Omicron Bukan Penyakit Ringan, WHO Sebut Varian Ini Juga Bisa Membunuh Manusia
Melansir Reuters, Kamis (6/1/2022) Tedros memperingatkan potensi 'tsunami' Covid-19 akibat infeksi global melonjak karena varian Omicron dan Delta. Ha
"Vaksin booster di sejumlah kecil negara tidak akan mengakhiri pandemi sementara miliaran orang sama sekali tidak terlindungi (vaksin)," katanya.
Penasihat WHO Bruce Aylward mengatakan sebanyak 36 negara bahkan belum mencapai 10 persen cakupan vaksinasi Covid-19. Sebanyak 80 persen pasien yang mengalami penyakit parah di seluruh dunia belum divaksinasi.
Dalam laporan epidemiologi mingguannya, WHO mengatakan kasus Covid-19 meningkat 71 persen atau 9,5 juta kasus dalam sepekan. Sementara kasus kematian akibat infeksi virus corona turun 10 persen, atau sekitar 41.000 kasus.
Di sisi lain, pemimpin teknis WHO untuk Covid-19, Maria van Kerkhove menyinggung varian terbaru B.1.640 atau varian IHU yang diidentifikasi di Perancis.
Dia mengatakan, varian ini pertama kali tercatat di sejumlah negara pada September 2021 lalu, termasuk di antara varian yang dipantau oleh WHO, namun belum menyebar secara luas.
Untuk diketahui, ada dua kategori lain yang digunakan WHO untuk melacak varian yaitu variant of concern yang mencakup Delta dan Omicron, serta variant of interest.
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/foto-direktur-jenderal-organisasi-kesehatan-dunia-who-tedros-adhanom-ghebreyesus.jpg)