Rabu, 29 April 2026

Meski Hasil Survei Masih Jadi Sosok Populer, Mayoritas Tolak Jokowi Pimpin 3 Periode

Menjelang Pilpres 2024, nama Presiden Joko Widodo masih menjadi top fo mind dalam percaturan kepemimpinan di Tanah Air.

Tayang:
ISTIMEWA
Menjelang Pilpres 2024, nama Presiden Joko Widodo masih menjadi top fo mind dalam percaturan kepemimpinan di Tanah Air. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Menjelang Pilpres 2024, nama Presiden Joko Widodo masih menjadi top fo mind dalam percaturan kepemimpinan di Tanah Air.

Meski demikian, mayoritas masyarakat menolak Jokowi jika harus memimpin selama tiga periode.

Dari survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia, dominan responden atau masyarakat masih memilih Joko Widodo (Jokowi) jika menerapkan simulasi Top of Mind atau masyarakat diminta memilih tanpa disajikan nama kandidat.

Jokowi mendapati 20,8 persen; disusul Prabowo Subianto 13,1 persen; Ganjar Pranowo 8,9 persen dan Anies Baswedan 8,7 persen.

Jumlah pemilih Jokowi dalam simulasi Top of Mind ini terus meningkat sejak September 2021 hingga Desember 2021.

"Setelah dilanda (Covid-19 varian) Delta pada September, jumlah pemilih Jokowi terus meningkat hingga di angka 20,8 persen," ucap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam paparan hasil survei lembaganya, Minggu (9/1/2022).

Namun demikian, pada saat yang sama, mayoritas responden menolak isu perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Mayoritas kurang atau tidak setuju sama sekali, 56,8 persen, sementara yang setuju dan sangat setuju hanya 38,6 persen.

Begitu juga saat spesifik disebut Presiden Jokowi, mayoritas masyarakat menolak mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjabat presiden 3 periode.

Total 55,5 persen responden menolak hal tersebut. Sedangkan yang setuju hanya 40 persen.

Baca juga: PALING Banyak dari Batam, Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Ada 17 Orang, 4 Daerah Zona Hijau

Baca juga: SEMPAT Ditutup saat Tahun Baru, Begitu Buka 3.000 Warga Serbu Pantai Pelawan Karimun

Begitu juga saat disajikan wacana masa jabatan Jokowi diperpanjang hingga 2027 agar penanganan Covid-19 berjalan optimal, hasilnya, masyarakat tetap menolak wacana itu.

"Mayoritas kurang atau tidak setuju sama sekali 56 persen," ucap Burhanuddin.

Sementara itu dari pemetaan yang dilakukan Indikator berdasarkan demografi, terungkap bahwa berdasarkan gender, perempuan lebih condong mendukung perpanjangan masa jabatan Jokowi meski mayoritas menolak.

Rinciannya, 41,6 persen setuju dan 52,8 persen menolak. Sementara laki-laki tidak setuju perpanjangan masa jabatan Jokowi dengan rincian 58,2 persen menolak dan 38,4 persen setuju.

Berdasarkan lokasi, mayoritas masyarakat perkotaan lebih condong menolak Jokowi menjabat 3 periode yakni sebesar 63,7 persen.

Sedangkan masyarakat di pedesaan 47,5 persen menolak Jokowi 3 periode.

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia ini digelar pada 16 sampai 11 Desember 2021, melalui wawancara tatap muka kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak.

Adapun respondennya adalah warga negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Margin of error survei ini diperkirakan sekitar 2,9 persen dan tingkat kepercayaan survei.

Prabowo Masih Tertinggi

Sementara itu, elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden masih berada di posisi tertinggi.

Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu berada di urutan teratas dari 33 nama capres potensial 2024, yakni di angka 22,4 persen.

Dengan pertanyaan simulasi 33 nama, ’jika pemilihan presiden diadakan sekarang siapa yang akan Anda pilih’, Prabowo berada di posisi teratas dengan elektabilitas 22,4 persen.

Dia mengungguli Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies yang berada di urutan kedua dan ketiga.

”Prabowo 22,4 persen, Ganjar 18 persen, Anies 15,8 persen," kata Burhanuddin.

Pun ketika dibuat simulasi 19 nama semi-terbuka, elektabilitas Prabowo tetap yang tertinggi yaitu 24,1 persen, disusul Ganjar 20,8 persen dan Anies 15,2 persen.

Begitu juga ketika dikerucutkan lagi menjadi tiga nama, Prabowo masih unggul dengan 35,4 persen, disusul Ganjar 31,6 persen, dan Anies 24,4 persen.

Namun demikian, kata Burhanuddin, tren elektabilitas Prabowo sebenarnya cenderung turun dalam sebulan terakhir.

Sedangkan Ganjar dan Anies justru naik.

Elektabilitas Prabowo pada bulan November 36,6 persen, sementara bulan ini 35,4 persen. Sementara Ganjar dari 31,3 persen menjadi 31,6 persen.

Anies dan 24,3 persen jadi 24,4 persen.

Terkait pilihan partai politik, hanya delapan partai politik yang berhasil melewati ambang batas parlemen.

Elektabilitas tertinggi masih dipegang PDIP dengan 26,4 persen.

Setelah PDI-P adalah Gerindra dengan 11,1 persen; Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,7 persen.

Sementara untuk PKB, PKS, NasDem dan PPP serta beberapa partai politik lainnya hanya mendapatkan perolehan di bawah 7 persen.

Yakni, PKB 6,8 persen; PKS 5,3 persen; NasDem dan PPP 4,0 persen; PAN 2,5 persen, Perindo 2,0 persen dan partai lain di bawah 1 persen.

Meskipun Prabowo tertinggi sebagai cawapres, namun Gerindra justru mengalami penurunan jumlah pemilih cukup signifikan dibandingan November 2021 lalu.

Jumlah pemilih Gerindra berkurang dari 15,2 persen menjadi 11,1 persen pada Desember 2021. (tribun network/riz/mam/dod)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved