Senin, 4 Mei 2026

INFO CUACA

INFO Cuaca di Wilayah Tanjungpinang Bintan dan Lingga Besok, Waspada Gelombang Tinggi

BMKG memprakirakan cuaca untuk wilayah Tanjungpinang, Bintan dan sekitarnya pada Kamis (13/1) besok. Begitu pun untuk cuaca di Lingga. Berikut infonya

Tayang:
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
DOK TRIBUNWOW
INFO Cuaca di Wilayah Tanjungpinang Bintan dan Lingga Besok, Waspada Gelombang Tinggi. Foto Ilustrasi Info Cuaca di Kepri 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprakirakan cuaca untuk wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) untuk tiga hari ke depan.

Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 10 Januari 2022 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 29 - 30°C dan anomali SST di wilayah perairan Kepulauan Riau yang bernilai antara 1.0 s.d. 2.0°C.

Indeks ENSO terupdate masih bernilai -1.26 dan dalam kondisi La Nina lemah, sehingga secara umum berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian Selatan dan kurang berpengaruh di wilayah Kepulauan Riau. Diprakirakan kondisi La Nina Lemah - Moderat akan berlangsung hingga Mei - Juni - Juli 2022.

"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate juga masih bernilai -0.14 dalam kondisi netral. Diprakirakan kondisi cenderung netral hingga Juni 2022. Kondisi tersebut untuk saat ini tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia termasuk wilayah Kepulauan Riau," ujar prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fiqri Nugroho Isnoor, Rabu, (12/1/2022)

Ia menyebutkan, analisis per tanggal 10 Januari 2022 menunjukkan MJO berada dalam kondisi aktif di fase 8. Kondisi tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan konvektif di Indonesia terutama di wilayah Kep. Riau.

"Pada dasarian III Desember 2021 aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya didominasi angin baratan. Daerah belokan angin terdapat di bagian utara ekuator. Terdapat pola siklonal di sekitar barat daya Sumatera dan tenggara Nusa Tenggara Timur. Angin Monsun Asia kemudian semakin menguat dengan massa udara berasal dari Samudera Hindia hingga dasarian I Januari 2022,

Pola siklonal diprediksi terjadi di utara Sumatera dan utara Kalimantan bagian barat. Kondisi ini menyebabkan terjadinya belokan angin yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah sekitar ekuator, khususnya Pulau Bintan," terangnya.

Untuk prakiraan kelembapan udara lanjutnya, relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dasarian I hingga III Januari 2022 untuk lapisan permukaan, 850, dan 700 mb diperkirakan di atas 80 - 90 %.

Baca juga: Polsek Sekupang Minta Warga Waspada Cuaca Ekstrem, Banjir Batam Masih Jadi Perhatian

Baca juga: Daeng Ucap Syukur, TNI - Polri Bantu Perbaiki Rumah Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

Kondisi tersebut mengindikasikan cukupnya ketersediaan pasokan uap air di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

"Untuk peringatan dini yang harus diwaspadai terjadinya hujan ringan lebat secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang akibat munculnya awan Cumulonimbus," ungkapnya.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO, IOD, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Nilai SST yang hangat dengan anomali SST positif dapat meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif di wilayah Pulau Bintan.

Fenomena cuaca skala lokal berupa adanya belokan angin (shearline), dan Siklonik di Barat Kalimantan masih sering terjadi di sekitar wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Selanjutnya, kondisi kelembapan atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan masih cukup basah juga dapat mendukung untuk terbentuknya awan konvektif penghasil hujan.

"Oleh karena itu, secara umum kondisi cuaca di Pulau Bintan umumnya berawan dan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan - sedang pada siang dan dini hari yang bersifat lokal (showers)," jelasnya.

Sebagai informasi, berikut laporan perkiraan cuaca di Tanjungpinang dan Bintan untuk tiga hari ke depan.

12 Januari 2022
Kota Tanjungpinang, berawan sepanjang hari
Bintan Buyu, berawan sepanjang hari
Tanjung Uban, berawan sepanjang hari

13 Januari 2022
Kota Tanjungpinang, Berawan sepanjang hari
Bintan Buyu, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari
Tanjung Uban, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari

14 Januari 2022
Kota Tanjungpinang, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari
Bintan Buyu, Berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari
Tanjung Uban, Berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari

12 Januari 2022
Lagoi, berawan sepanjang hari
Trikora, Berawan sepanjang hari
Kijang, Berawan sepanjang hari

13 Januari 2022
Lagoi, berawan sepanjang hari
Trikora, berawan sepanjang hari
Kijang, berawan sepanjang hari

14 Januari 2022
Lagoi, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari
Trikora, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari
Kijang, berawan dan berpotensi terjadi hujan ringan sedang pada siang hari

Cuaca di Lingga

Sementara itu di Lingga, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dabo Singkep, mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi termasuk di Lingga.

Ketinggian gelombang laut tersebut, berpotensi mencapai hingga 2 meter di perairan Bintan, Lingga, Utara Bangka.

Ketua BMKG Dabo Singkep Sahat mengatakan, untuk besok terjadi arah angin dari Barat Laut ke Utara dengan kecepatan angin 4 hingga 25 kilometer (km) per jam.

"Untuk arus permukaan pada esok hari, dari arah Tenggara ke Barat Daya 5 hingga 50 centimeter perdetik," sebutnya, Rabu (12/1/2022).

Dia juga mengimbau, agar masyarakat nelayan lebih waspada saat turut melaut untuk memperkirakan cuaca buruk yang bisa saja terjadi.

"Terkhusus untuk nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil atau sampan," ujarnya.

Sementara itu, Polres Lingga mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai anomali iklim yang bisa saja terjadi tiba-tiba.

Anomali iklim sendiri merupakan pergeseran musim dari rata-rata normalnya, yang disebabkan oleh beberapa faktor yang ada.

Kabupaten Lingga sendiri dengan geografisnya yang sebagian besarnya adalah laut, anomali iklim ini sangat berpengaruh kepada masyarakat yang sebagian besarnya berprofesi sebagai nelayan.

Kapolres Lingga, AKBP Arief Robby Rachman mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya di laut.

“Saat ini kita sedang menghadapi cuaca ekstrem dan mungkin musimnya juga pancaroba.

Saya berharap kepada masyarakat, terutama nelayan dan masyarakat yang ke laut agar berhati-hati jangan sampai dengan cuaca yang seperti ini nantinya bisa menimbulkan korban jiwa," imbau Robby.

Dia juga mengungkap, bahwa para personilnya juga sudah disiapkan, dalam memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait Keselamatan aktivitas di laut.

“Kita ada Polair bekerja sama dengan teman-teman TNI-AL yang telah menyiapkan personel, bahkan sebelumnya dengan Kapolda Kepri untuk menyosialisasikan ke nelayan-nelayan pesisir dan kapal kita siap untuk ini,” ungkapnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved