Kamis, 30 April 2026

BATAM TERKINI

KASUS Positif Covid-19 di Batam Naik Terus, Kini Total 17 Kasus Aktif

Jumlah pasien covid-19 di Batam kembali bertambah. Kini ada 17 kasus aktif yang masih menjalani isolasi baik di Asrama Haji maupun di rumah sakit.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/SON
Jumlah pasien covid-19 di Batam kembali bertambah. Kini ada 17 kasus aktif yang masih menjalani isolasi baik di Asrama Haji maupun di rumah sakit. Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tren perkembangan kasus Covid-19 di Batam semakin meningkat sejak awal tahun 2022.

Setelah sebelumnya bertambah 10 kasus lebih, kini ada temuan kasus baru di Batam sebanyak 4 kasus positif Covid-19, Minggu (23/1/2022).

Kasus baru positif tersebut terdiri dari 2 kasus konfirmasi bergejala dan 2 kasus konfirmasi tanpa gejala.

"Sampai saat ini ada 17 kasus yang masih aktif," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.

Di antara beberapa kasus aktif tersebut, ada 10 orang yang di karantina di Asrama Haji.

Selain itu, 6 orang lainnya menjalani isolasi mandiri dan 1 orang dirawat di RSUD Embung Fatimah.

Dengan bertambahnya jumlah kasus aktif, saat ini ada empat wilayah kecamatan yang berzona kuning, yaitu Batam Kota dengan 5 kasus, Bengkong 1 kasus, Lubukbaja 1 kasus, dan Batu Ampar 10 kasus. 

Cara Mencegah Omicron

Omicron menjadi isu hangat yang dibicarakan banyak negara, seiring kemunculannya pada akhir tahun 2021 lalu.

Varian terbaru Covid-19 ini kini menulari banyak masyarakat di sejumlah negara, tak terkecuali Indonesia.

Omicron sama seperti varian virus corona lain, termasuk Delta yang bisa menyebabkan penyakit serius.

Sayangnya, hingga kini masih banyak orang yang masih keliru tentang gejala Covid-19 dengan gejala flu.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti (flu atau Covid-19) adalah dengan melakukan tes, baik antigen cepat atau PCR," jelas Direktur di Institute for Autoimmune and Rheumatic Disease di Saint Joseph Health, dr Robert G Lahita.

Sementara itu, Pakar Penyakit Menular di Amerika Serikat Dr Anthony Fauci menjelaskan, semua orang berpotensi tertular varian ini.

"Omicron, dengan tingkat penyebarannya yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya, pada akhirnya akan ditemukan (menginfeksi) hampir semua orang," ujar Fauci dilansir dari Eat This, Selasa (18/1/2022).

Dia menambahkan, orang yang sudah divaksinasi atau mendapatkan booster pun berpotensi untuk terinfeksi Covid-19 varian Omicron.

Namun, sebagian besar pasien tidak bergejala atau pun hanya bergejala ringan, sehingga tidak banyak kasus yang dirawat di rumah sakit dan meninggal.

Di sisi lain, para ahli telah menyimpulkan beberapa gejala varian Omicron yang dapat mengindikasikan Anda sudah terinfeksi virus ini, yaitu:

1. Demam

Dokter di School of Medicine University of Zagreb, Dr Kristina Hendija memaparkan gejala utama Omicron yang sering dikeluhkan pasien adalah demam.

Beberapa pasien juga merasakan sensasi kedinginan disertai demam yang berlangsung selama satu atau dua hari.

"Mayoritas pasien menyatakan mengalami demam meskipun klaimnya cenderung subjektif," kata Hendija.

2. Batuk

Gejala Omicron selanjutnya menurut Dr Hendija adalah batuk. Sebab, sama seperti virus corona awal varian Omicron tetap memengaruhi sistem saluran pernapasan.

"Pasien juga sering mengeluh bahwa mereka merasa ingin mengeluarkan dahak tetapi tidak mampu melakukannya meskipun batuk berulang kali," terangnya.

3. Merasa kelelahan dan lemas

Banyak pasien Omicron juga mengaku mudah kelelahan dan lemas setiap hari setelah terinfeksi Covid-19.

Gejala ini, dikatakan Hendija lebih cepat mereda dibandingkan dengan infeksi dari varian Delta.

Senada dengannya, Direktur di Institute for Autoimmune and Rheumatic Disease di Saint Joseph Health, dr Robert G Lahita menyebutkan, bahwa sakit tenggorokan, sesak napas, batuk, penyumbatan saluran pernapasan, demam, hingga sesak napas bisa menjadi gejala varian Omicron.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) orang yang terpapar Covid-19 melaporkan beberapa gejala ringan hingga sedang yang muncul dari dua sampai 14 hari setelah terinfeksi.

Gejala Covid-19 yang dilaporkan sejauh ini termasuk:

- Demam atau kedinginan

- Batuk

- Sesak napas

- Kelelahan

- Nyeri otot atau tubuh

- Sakit kepala

- Hilangnya rasa atau bau baru

- Sakit tenggorokan

- Hidung tersumbat atau pilek

- Mual atau muntah

-Diare

1. Mendapatkan vaksinasi Covid-19

Dokter Lahita menegaskan, vaksinasi Covid-19 saat ini mampu untuk mencegah keparahan penyakit akibat infeksi Covid-19 varian apa pun.

"Omicron masih menulari orang meski sudah divaksin. Omicron adalah varian yang banyak mutasinya. Divaksin bukan berarti tidak akan tertular. Tujuannya agar tidak masuk rumah sakit. dan menjaga Anda dari kematian jika Anda terkena virus," ujarnya, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Di samping vaksinasi, Hendija menjelaskan cara mencegah Omicron adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak di tempat umum.

"Covid adalah proses infeksi, dan sistem kekebalan tubuh kita yang melawan virus. Memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat dengan mempertahankan gaya hidup sehat adalah cara untuk melindungi diri sendiri dan mengurangi risiko tertular penyakit parah," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
 

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved