Rabu, 29 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Warga Tionghoa di Tanjung Pinang Rayakan Imlek, Tak Ada Pesta, Pilih Secara Sederhana

Warga Tionghoa di ibu kota Kepri, Tanjungpinang memilih merayakam imlek secara sederhana. Tidak ada hiburan apalagi pesta rakyat.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Suasana Vihara Bahtra Sasana di Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri sambut Hari Raya Imlek 2573 Kongzili, Minggu (30/1/2022). Warga Tionghoa di ibu kota Kepri ini sepakat merayakan Tahun Baru China secara sederhana. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Warga Tionghoa di Tanjungpinang sepakat untuk merayakan imlek secara sederhana.

Tidak ada hiburan maupun pesta rakyat seperti perayaan Tahun Baru China sebelumnya.

Semua karena kondisi pandemi covid-19 yang mulai menunjukkan angka peningkatan.

Ketua Ikatan Tionghoa Muda (ITM), Edyanto menyampaikan, bahwa harapan pada imlek tahun ini tentunya pandemi segera berakhir dan perekonomian kembali bangkit.

"Seperti harimau mengejar target, sesuai makna shio harimau identik dengan energik dan semangat," ujarnya, Senin (31/1/2022).

Terhadap peniadaan hiburan dan pesta, memang sudah memiliki kesepakatan baik dari orang tua- orang tua, ketua persatuan marga dan suku untuk imlek dilakukan secara sederhana saja.

Baca juga: Kapolresta Barelang Perintahkan Setiap Polsek di Batam Perketat Keamanan Jelang Imlek 2022

Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Tak Ada Perayaan Malam Imlek dan Cap Go Meh di Batam

"Jadi kami sepakat mencegah terjadi kerumunan, itu kesepakatan kami. Kami hanya hiasi dengan pasang lampion," sebutnya.

Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua juga mengatakan hal senada.

Politisi Hanura ini juga menyebutkan, jangan sampai niatan silaturahmi yang menimbulkan kerumunan malah membahayakan orang yang didatangi.

"Dalam imlek maknanya tidak terlepas pada ajang silaturahmi. Baik kepada orang yang dituakan, keluarga, saudara, serta teman. Kita menghindari jangan sampai niatan baik itu malah berujung pada penyesalan. Lebih baik kita menahan diri, dan bisa merubah dengan cara menggunakan teknologi, seperti video call dan lewat telepon saja," ucapnya.

Untuk Vihara di Tanjungpinang masih tetap dibuka, namun hanya untuk beribadah seperti sembahyang saja.

"Namun setiap orang yang ke Vihara tetap wajib menerapkan protokol kesehatan," tegasnya.

Baca juga: Warga Mulai Tinggalkan Batam H-2 Imlek 2022 via Pelabuhan Domestik Sekupang

Baca juga: Jumlah Penumpang Kapal ke Tanjungpinang Meningkat Jelang Imlek 2022 Via Pelabuhan SBP

Ditanyakan, apakah tetap dilakukan tradisi Barongsai yang datang ke rumah-rumah?

"Kalau tradisi Barongsai tidak ada larangan. Barongsai ada makna kultur dan ibadahnya. Orang Tionghoa itu punya nilai magis untuk mengeluarkan nilai-nilai buruk yang ada di dalam rumah saat Barongsai datang," jawabnya.

BERBURU Dingkis Pembawa Hoki

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved