Rabu, 20 Mei 2026

Kenali Gejala Omicron yang Mampu Menginfeksi tanpa Disadari, Kapan Harus Tes Covid-19?

Kementerian Kesehatan RI menyatakan varian Omicron memiliki level keparahan ringan dan tingkat perawatan di rumah sakit yang jauh lebih rendah

Tayang:
FREEPIK
Kenali Gejala Omicron yang Mampu Menginfeksi tanpa Disadari, Kapan Harus Tes Covid-19? Foto ilustrasi 

Meski gejala tersebut tidak bisa dipastikan 100 persen gejala varian Omicron, namun ruam yang muncul pada kulit memang bisa sebagai tanda reaksi sistem imun terhadap infeksi virus.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 dan Probable Omicron di Batam Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah

Baca juga: 39 Warga Kepri Terpapar Omicron Hingga Akhir Januari 2022, Paling Banyak Warga Batam

Gejala Omicron pada anak

Covid-19 varian Omicron juga dapat menyerang anak-anak. Gejala varian Omicron yang sering muncul pada anak adalah rasa lelah, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan bersin, demam, serta batuk.

Selain itu, terdapat pula beberapa gejala ringan yang mungkin menyertai infeksi Covid-19 pada anak seperti diare dan mual.

Ada juga gejala parah Omicron yang dapat menyerang anak antara lain sesak napas, bibir menjadi biru, dan kejang.

Gejala Omicron pada orang yang sudah vaksin Hampir semua pasien yang sudah mendapatkan dosis kedua vaksin menunjukkan gejala varian Omicron yang cukup ringan.

Gejala ringan yang dimaksud adalah sakit tenggorokan, batuk, pilek, serta mudah lelah. Bahkan, beberapa orang tidak menunjukkan gejala apapun.

Melansir dari Newsweek, tidak ada pasien Omicron yang mengalami kesulitan bernapas atau napas pendek.

Gejalanya hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak sampai menganggu seperti varian Covid-19 lain.

Gejala varian omicron ini berlaku sama untuk orang yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedtiga atau booster.

Baca juga: Data 8 Kasus Baru Covid-19 Varian Omicron Batam, Banyak Pelaku Perjalanan Luar Kota

Baca juga: Jangan Sepelekan Flu, Bisa Jadi Itu Gejala Omicron, Ini Kata Ahli

Segera lakukan tes

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mengimbau masyarakat yang memiliki gejala seperti terjangkit Covid-19 untuk segera memeriksakan diri.

Sebab, varian Omicron umumnya memiliki gejala ringan, akan tetapi tetap memiliki risiko berat bahkan memicu kematian.

"Walaupun gejala yang ditunjukkan umumnya ringan, tapi risiko untuk sakit berat bahkan kematian tetap ada," kata Juru Bicara Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi, Ahad (30/1/2022).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Nadia untuk menjawab kecenderungan perilaku masyarakat yang bergejala, tetapi enggan melakukan tes di fasilitas kesehatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved