BATAM TERKINI
3 Kecamatan di Batam Ini Zona Merah Covid-19, Hanya Wilayah Hinterland Zero Kasus
Dari 12 kecamatan yang ada di Batam, 3 di antaranya berstatus zona merah, 3 zona oranye, 3 zona kuning dan sisanya zona hijau yakni di hinterland.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jumlah pasien positif covid-19 di Batam semakin hari semakin naik. Tak hanya covid-19 biasa, pasien yang tercatat sebagai probable Omicron juga terus bertambah.
Tambahan kasus tersebut mau tak mau juga berdampak pada perubahan status dan zona wilayah di Batam.
Dan saat ini, dari 12 kecamatan yang ada di Batam, 3 di antaranya berstatus zona merah.
Ketiganya yakni Batam Kota dengan 58 kasus, Bengkong dengan 27 kasus, dan Lubukbaja dengan 21 kasus.
Sementara itu, 3 kecamatan lain di Batam tercatat berzona oranye, yakni Nongsa dengan 15 kasus, Sekupang dengan 25 kasus, dan Sagulung 17 kasus.
Sedangkan zona kuning di Batam disandang Kecamatan Sei Beduk dengan 10 kasus, Batuaji dengan 10 kasus, dan Batu Ampar dengan 8 kasus masih berzona kuning.
"Tiga wilayah di Hinterland masih belum ditemukan kasus positif baru," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr Didi Kusmajardi SpOG.
Sementara itu, terkait tambahan kasus baru positif covid-19 di Batam, pada Senin (7/2/2022) terjadi penambahan kasus baru sebanyak 35 orang.
Baca juga: Warga Datangi Kantor bright PLN Batam, Protes Pembangunan SUTT di Perumahan Belian
Baca juga: DINILAI Langgar Prokes, Sebuah Kafe di Bengkong Dapat Surat Peringatan Pertama
Dari 35 kasus baru tersebut, 21 orang di antaranya terkonfirmasi positif bergejala, 8 orang terkonfirmasi positif tanpa gejala, 2 orang terkonfirmasi perjalanan impor, dan 4 kasus konfirmasi kontak.
Di hari yang sama, terdapat 5 orang pasien yang telah selesai menjalani isolasi, dan tidak ada kasus meninggal dunia.
Dengan demikian, kini masih terdapat 194 kasus aktif di Kota Batam.
"Dari 26.082 orang positif, 25.046 orang sudah selesai isolasi, 842 orang meninggal dunia, dan 194 kasus masih aktif," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmardjadi.
Selanjutnya, jumlah keterisian tempat tidur di RSKI Covid-19 Galang semakin meningkat.
Total ada 144 pasien yang diisolasi di rumah sakit wilayah Galang tersebut.
Kemudian, terdapat 25 pasien dirawat di RS Awal Bros, 6 pasien di RSBP Batam, 3 pasien di RS Elisabeth Lubukbaja, 2 pasien di RS Elisabeth Batam Kota, 5 pasien di RS Bhayangkara, 1 pasien di RSUD Embung Fatimah, 2 pasien di RS Budi Kemuliaan, dan 6 orang isolasi mandiri.
Ingatkan Penggunaan Pedulilindungi
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin Hamid memimpin rapat tindak lanjut pembahasan perkembangan kasus Covid-19 dan evaluasi PPKM di luar Jawa dan Bali di Ruang Rapat Hang Nadim Lantai 4 Kantor Walikota Batam, Senin (7/2/2022).
Rapat itu juga dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan rumah sakit di Batam, hingga para camat Se-Kota Batam.
"Rapat ini tindak lanjut vidcon denga pak menko kemarin, menyikapi angka Covid-19 yang akhir-akhir ini meningkat," kata Jefridin.
Terkait ini, pemerintah memang terus melakukan berbagai upaya.
Jefridin juga menyampaikan, hari ini juga akan ada arahan Presiden Joko Widodo kepada kepala daerah, dandim juga kapolres secara virtual. Wali Kota Batam Muhammad Rudi akan hadir dalam kegiatan ini.
"Kita tak perlu cemas, namun waspada perlu. Syaratnya, protkes tetap jalan dan juga sukseskan vaksinasi," ujar dia.
Jefridin mengungkapkan, rumah sakit di Batam juga sangat siap dan berkomitmen dalam menangani pasien Covid-19.
Ia juga mengimbau camat dan lurah se-Kota Batam agar dapat mendorong agar Posko PPKM Mikro dapat terus berjalan seperti biasanya.
"Mari bersama bergandeng tangan tangani covid ini," ajaknya.
Senada dengan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, berbagai upaya diperlukan untuk ditingkatkan lagi, seperti perihal penerapan PeduliLindungi.
"Perlu dukungan semua pihak untuk tegas menerapkan protokol kesehatan dimulai lingkup terkecil yaitu keluarga," katanya.
Di samping itu, perlu ketegasan dalam penegakan kosenkuensi bagi instansi/kegiatan/sekolah yang menjadi kluster penyebaran Kasus Covid-19. Kosekuensi dapat berupa; penghentian aktivitas, penghentian kegiatan Pembelajaran Tatap Muka.
"Juga perlu komitmen semua pihak dalam penegakan SE Walikota Nomor 8 Tahun 2022, terutama rawatan pasien Covid-19," imbuhnya.
Sedangkan, Kasatpol PP Reza Khadafi mengatakan, pengawasan terus dilakukan. Ia juga mendorong berbagai komitmen pencegahan juga terus dilakukan.
"Kita terus turun ke lapangan, untuk masker memang dipakai tapi yang juga jadi perhatian adalah kepadatan kunjungan," katanya.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20052020ilustrasi-covid-19.jpg)