BERITA CHINA

China Patahkan Harapan Barat Agar Lebih Demokratis, Negeri Panda Disebut Makin Otoriter

Banyak pihak di barat berharap China lebih demokratis setelah terbukti bisa membawa perekonomiannya melaju pesat.

TribunBatam.id/Istimewa/Twitter@FuryOriental
Tangkapan gambar pada sebuah video yang menunjukkan warga Provinsi Guangxi, China pelanggar protokol kesehatan (prokes) diarak dengan dikawal polisi huru hara bersenjata lengkap pada Selasa (28/12/2021) waktu setempat. Banyak pihak dan analis serta pemerintahan barat berharap China sedikit lebih demokratis setelah dianggap berhasil dalam membawa perekonomiannya meningkat pesat. 

TRIBUNBATAM.id - Economist Intelligence Unit (EIU) merilis sejumlah negara terkait Indeks Demokrasi EIU 2021.

Yang menjadi menarik, mereka juga memberi penilaian terhadap indeks demokrasi di negara China.

Negeri Tirai Bambu ini kerap menjadi sorotan tidak hanya tentang kekuatan ekonominya yang membuat sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS) dan sekutunya 'merinding'.

Namun juga tuduhan serius dari rival mereka soal dugaan pelanggaran HAM terhadap kaum minirotas, hingga cara negara mengekang kebebasan dan mengatur rakyatnya.

China juga makin menjadi sorotan terkait klaimnya terhadap Taiwan yang hingga kini masih terus menunjukkan perlawanannya.

Baca juga: Fengshui China untuk Rumah agar Menciptakan Hoki di Tahun Macan

Baca juga: China Unjuk Gigi Bikin Amerika Serikat Cemas, Warga Tiongkok Rayakan Imlek di Luar Angkasa

Ini merupakan kesekian kalinya klaim China yang membuat gusar dunia Internasional.

Sebelumnya China juga mengklaim jika Laut Natuna Utara merupakan wilayah kedaulatan mereka.

Pemerintah Indonesia pun bersikap untuk tidak terlalu bereaksi secara berlebihan dengan langkah kepentingan nasional negara pimpinan Xi Jinping tersebut.

Banyak ahli dan analis termasuk pemerintahan Barat yang sebelumnya optimistis jika Tiongkok bisa lebih sedikit demokratis setelah keberhasilannya dalam sektor ekonomi.

Namun pandangan berubah ketika laporan indeks demokrasi terbaru EIU dengan judul 'Tantangan China' dirilis untuk publik.

China malah semakin kurang menjadi bebas serta diklasifikasikan sebagai rezim otoriter berdasarkan indeks demokrasi itu.

Tidak ada pula serikat pekerja bebas, tidak ada peradilan yang independen dan tidak ada persamaan yang nyata di depan hukum.

Negara tidak mempraktekkan toleransi beragama dan secara rutin menggunakan penyiksaan.

Baca juga: George Soros Serang China, Sebut Presiden Xi Jinping Tak Mampu Pulihkan Krisis Ekonomi

Baca juga: Ramalan Tiongkok Kuno tentang Karier 12 Shio di Tahun Macan Air

Negeri Panda itu memiliki skor total 2,21 (pada skala 0 sampai 10), turun dari 2,97 pada tahun 2006 ketika indeks dimulai, dan duduk di posisi 148 (dari 167), dekat dengan bagian bawah peringkat global.

Negara ini memiliki skor 0,00 untuk proses pemilu dan pluralisme.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved