CORONA KEPRI
160 Warga Batam Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi di Gedung Asrama Haji
Asisten Pemerintahan Kesra Pemko Batam Yusfa Hendri sebut, pasien covid-19 yang diisolasi di Asrama Haji merupakan OTG
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Gedung Asrama Haji Kota Batam kembali digunakan untuk isolasi terpadu (isoter) pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sejak Senin (7/2/2022) lalu.
Hal ini dikarenakan jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang sudah penuh.
"Pasien yang sudah berada di Gedung Asrama Haji ada sebanyak 160 orang. Sebelumnya di RSKI Galang, tapi karena kapasitasnya penuh dipindahkan ke Asrama Haji," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemko Batam, Yusfa Hendri, Rabu (16/2/2022) sore.
Ia menegaskan pasien yang diisolasi Covid-19 di Gedung Asrama Haji merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).
Di samping isolasi terpadu, isolasi mandiri (isoman) memang diperbolehkan menurut aturan Kementerian Kesehatan. Namun harus didukung dengan persyaratan yang ketat.
"Seperti kamar mandi harus khusus. Dinkes akan cek layak atau tidak untuk isoman. Kalau tak layak, harus isoter," tegas mantan Kepala Dinas Perhubungan Batam ini.
Lantas bagaimana dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI)?
Yusfa menyebutkan PMI yang dikarantina di Gedung Asrama Haji sudah dipindahkan ke Rusun Pemko ataupun BP Batam. Tak ada satu orang pun PMI berada di Asrama Haji.
Baca juga: Batam PPKM Level 2 Lagi Gegara Kasus Covid-19 Meningkat, Berikut Aturan Terbarunya
Baca juga: Kasus Covid-19 di Natuna Makin Banyak, Sehari Tambah 3 Pasien Baru
Berdasarkan data update Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 16 Februari 2022, terdapat penambahan 110 kasus pasien positif dan 44 pasien sembuh.
"Sejauh ini ada 611 kasus aktif," katanya. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/asrama-haji-batam-center-karantina-pasien-covid-19.jpg)