BATAM TERKINI
Penerapan VTL di Batam Dinilai Lebih Menarik Dibanding Travel Bubble, Ini Alasannya
Direktur Batam Tourism Polytechnic, M Nur A Nasution lebih mendukung apabila pemerintah Indonesia ikut menerapkan kebijakan VTL seperti Singapura
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penerapan travel bubble yang dijalankan pemerintah untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) Singapura masuk ke Kepulauan Riau, menuai berbagai respon dari pengamat pariwisata, maupun warga Kota Batam.
Travel Bubble adalah kebijakan gelembung wisata yang dapat dinikmati wisman Singapura di wilayah Kepri.
Ada dua titik lokasi bubble yang disiapkan sebagai tempat kegiatan wisata bagi wisman, yaitu Kawasan Wisata Nongsa, Batam dan Kawasan Wisata Lagoi, Bintan.
Direktur Batam Tourism Polytechnic (BTP), M. Nur A Nasution, menilai, prosedur masuk bagi wisman dalam kebijakan travel bubble sudah bagus.
Namun, pihaknya lebih mendukung apabila pemerintah negara Indonesia ikut menerapkan kebijakan Vaccinated Travel Lane (VTL) seperti yang selama ini dijalankan Singapura.
"Kalau travel bubble, kegiatannya terbatas hanya di zona area yang dituju saja, seperti Nongsa atau Lagoi. Mereka nggak boleh keluar dari situ. Makanya, saya pikir, lebih baik kita menerapkan VTL," ujar Nur, ketika diwawancarai, Selasa (22/2/2022).
Pasalnya, kebijakan VTL memungkinkan wisatawan untuk beraktivitas di seluruh wilayah Batam atau Bintan maupun beberapa daerah lainnya di Kepri yang akan ditunjuk.
Dengan meluasnya area yang dapat dikunjungi, maka kegiatan wisman pun menjadi lebih beragam.
Baca juga: BREAKING NEWS - Pemotor Tewas Terlindas Truk Pengangkut Tanah di Nongsa Batam
Baca juga: Batam Tetap Bangun Kota Meski Dihantam Pandemi, Anggota Komisi II DPR RI : Saya Kaget Bukan Main
Nur menilai, kebanyakan wisman dari Singapura menganggap Batam sebagai rumah keduanya.
Banyak wisman yang datang ke Batam dengan tujuan berbelanja atau berkumpul dengan teman-teman atau keluarga.
"Batam itu ibaratnya seperti rumah kedua bagi orang Singapura. Mereka kangen bisa berbelanja dan berwisata di sini," ujar Nur.
Dengan demikian, prosedur masuk wisman ke Batam hendaknya tidak dipersulit.
Nur menganggap, kebijakan karantina 3 hari bagi wisman yang masuk ke Batam sudah cukup untuk mengantisipasi timbulnya kasus Covid-19.
Di sisi lain, kebijakan karantina ini tidak menyulitkan kegiatan pariwisata.
"Sekarang kan kita masih menjalankan kebijakan karantina 3 hari, menurut saya itu sudah cukup. Tapi lebih baik lagi kalau tidak ada karantina," komentarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/direktur-batam-tourism-polytechnic-m-nur-a-nasution.jpg)