Breaking News:

CORONA KEPRI

Lokasi Karantina Penuh, 325 Pasien Positif Covid-19 di Batam Diminta Isoman Dulu

Saat ini, 325 pasien positif covid-19 di Batam menjalani isolasi mandiri karena lokasi rujukan yang ditunjuk pemerintah telah penuh.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Asrama Haji Batam kembali dijadikan tempat karantina terpusat bagi warga Batam yang terpapar Covid-19. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, saat ini banyak pasien yang terkonfirmasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri (isoman).

Mereka masih menunggu rujukan tempat isolasi

Karena keterbatasan ketersediaan tempat isolasi yang saat ini masih penuh. Sehingga mereka wajib melakukan isoman.

"Iya banyak yang Isoman, tapi belum diangkut. Mereka (Pasien Covid-19) masih menunggu kuota kalau ada tempat rujukan yang kosong, mereka kita masukan," ujar Didi, Rabu (23/2/2022).

Seperti diketahui jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam yang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah sebanyak 325 orang.

Angka tersebut berdasarkan laporan harian Covid-19, Selasa (22/2/2022).

Dari data Covid-19 Kota Batam, warga yang terkonfirmasi positif baik gejala ringan dan tanpa gejala di isolasi tepadu (Isoter) di Gedung Asrama Haji dan RSKI Covid-19 Galang. Hal dikarenakan lajunya warga yang terkonfimasi virus Corona bahkan di antaranya Probable Omicron.

Baca juga: Cara Mendaftar BPJS Kesehatan yang Jadi Syarat Semua Hal dari Bikin SIM hingga Umrah dan Naik Haji

Baca juga: Gubernur Kepri Serahkan Dana Hibah Masjid Besar Al Uswah Tanjungpinang

Pasien dalam perawatan di gedung Asrama Haji mencapai 571 orang, sementara di RSKI Covid-19 Galang ada 132 orang, pasien dalam proses dievakuasi sebanyak 385 orang. 

Sisanya, dalam perawatan rumah sakit rujukan di Kota Batam.

"Kebanyakan mereka yang terpapar kita kirim ke Asrama Haji. Kalau ada yang kosong pasien Isoman ini kita jemput," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam itu. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah membuat ketentuan isolasi bagi pasien yang terkonfirmasi probable Omicron (B.1.1.529) berdasarkan Surat Edaran Walikota Batam.

Aturan ini berlaku pada pasien yang bergejala (simptomatik) maupun tapa gejala (asimptomatik). 

"Ini untuk keselamatan kita semua. Kita sengaja buat ketentuannya," ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, saat itu.

Dalam ketentuannya ada beberapa point yang dilampirkan. Antara lain kasus yang terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala berat maupun kritis dirawat di rumah sakit penyelenggara pelayanan Covid-19.

Ia melanjutkan kasus konfirmasi Covid-19 dengan gejala sedang atau gejala ringan disertai komorbid yang tidak terkontrol dapat dirawat di rumah sakit darurat atau rumah sakit yang penyelenggara pelayanan Covid-19.

Kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri. Jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah yang kelayakannya ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.

"Syarat klinisnya usia kurang dari 45 tahun dan tidak memiliki komorbid," ujarnya. ( TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved