Breaking News

PERANG RUSIA VS UKRAINA

Dampak Perang Rusia vs Ukraina ke Indonesia, Penyesuaian Harga BBM

Dampak perang Rusia vs Ukraina bisa mengakibatkan harga minyak mentah dunia melonjak.

Daniel LEAL / AFP
Keluarga berlindung di stasiun metro di Kyiv, Kamis (24/2/2022) pagi. Sirene serangan udara terdengar di pusat kota Kyiv hari ini ketika kota-kota di seluruh Ukraina terkena serangan rudal dan artileri Rusia. 

TRIBUNBATAM.id - Dampak perang Rusia vs Ukraina bisa mengakibatkan harga minyak mentah dunia melonjak.

Hari ini terjadi serangan udara Rusia ke Ukraina. Serangan itu merupakan tindak lanjut Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (23/2/2022) mendeklarasikan perang dengan Ukraina.

Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira menerangkan, eskalasi konflik di Ukraina sudah berdampak terhadap energi secara global, khususnya minyak.

"Sebentar lagi minyak akan mendekati level psikologis 100 USD per barel. Karena sudah 96,8 USD per barel atau posisi per hari ini sudah meningkat 48 persen dalam 1 tahun terakhir," ujar Bhima saat dihubungi, Kamis (24/2/2022).

Bhima berujar, tren harga minyak mentah terus mengalami kenaikan, maka yang perlu diantisipasi adalah efek terhadap inflasi di dalam negeri.

Tekanan pada inflasi, ucap Bhima, khususnya Indonesia sebagai negara yang mengimpor BBM dalam jumlah cukup besar.

Maka imbasnya pastinya harga BBM ini akan mengalami penyesuaian.

"Begitu juga basis energi lainnya seperti tarif dasar listrik, kemudian LPG, ini juga mengalami penyesuaian," tutur Bhima.

Hal tersebut, kata Bhima, akan berimbas bukan hanya sektor transportasi tapi juga pada komoditas pangan strategis, dan imbasnya akan terasa kepada pelemahan konsumsi rumah tangga di kuartal I/2022 maupun semester pertama 2022.

"Nah yang harus diantisipasi lainnya adalah kenaikan inflasi akibat eskalasi di Ukraina akan mempercepat negara-negara maju tapering off melakukan kenaikan suku bunga acuan dan ini bisa terdampa pada capital outflow dari negara seperti Indonesia," imbuh Bhima.

Menurutnya, hal tersebut harus diantisipasi dampaknya terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, karena investor dalam posisi mencari aset-aset yang lebih aman dan beralih dari instrumen yang terlalu fluktuatif kepada instrumen yang memberikan rasa aman.

"Seperti surat utang AS maupun komoditas seperti emas," terang Bhima.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Konflik Rusia-Ukraina, Ini Pengaruhnya Terhadap Indonesia

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved