Breaking News:

CORONA KEPRI

Covid-19 Meningkat, Begini Skema Belajar Tatap Muka Siswa di Karimun

Dampak covid-19 yang meningkat, sekolah di Karimun kembali terapkan Pembelajaran Tatap Muka 50 persen, berlaku Senin-Jumat. Sabtu, belajar daring

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Yeni Hartati
Covid-19 Meningkat, Begini Skema Belajar Tatap Muka Siswa di Karimun. Foto Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau sekolah beberapa waktu lalu. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Penyebaran kasus Covid-19 di Karimun kian meningkat.

Tercatat saat ini ada 248 orang yang menjalani isolasi di berbagai tempat hingga Senin (28/2/2022).

Sebaran tersebut membuat situasi covid-19 di Karimun kembali ke Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Begitu pun, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah juga kembali diterapkan 50 persen dari jumlah keseluruhan siswa.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Karimun, Muhammad Triono menjelaskan, skema PTM 50 persen berlaku di masing-masing satuan pendidikan.

"Ini tentu setelah melihat kondisi pandemi saat ini, di mana terus meningkat grafiknya. Kami Disdik bekerja sama dengan gugus tugas terus memantau lonjakan kasus yang ada," ujar Triono.

Ia menambahkan, khusus pada Sabtu, secara menyeluruh sistem belajar mengajar akan dilakukan secara daring.

"Pembelajaran Senin hingga Jumat tetap dimulai pada pukul 70.30 WIB hingga 12.30 WIB. Namun ada pengurangan waktu dari 40 menit menjadi 30 menit," jelasnya.

Baca juga: Corona Meningkat, Ketersediaan BOR Pasien Covid-19 di Karimun Masih Aman

Baca juga: Bertambah 15, Kasus Covid-19 Aktif di Karimun Capai 248 Orang, Paling Banyak di Meral

"Sementara pada Sabtu sistem pembelajaran secara daring, namun pihak sekolah tetap memberikan tugas," sambungnya.

Diketahui, lonjakan kasus Covid-19 ini juga menjangkit seorang siswa SMP di Karimun.

Sehingga Dinas Pendidikan Karimun masih akan terus mengkaji terkait sistem belajar mengajar secara tatap muka.

"Ada surat yang masuk ke kami bahwa terdapat satu satu siswa yang mengalami gejala, namun saat ini dalam tahap isolasi mandiri," tambahnya.

Dengan begitu, pihaknya membuat kebijakan khusus terhadap satu kelas yang terdeteksi ada siswanya yang terpapar covid-19.

"Kita dengan pihak sekolah membuat kebijakan dengan melaksanakan proses belajar mengajar secara daring, khusus untuk kelas murid tersebut," pungkasnya. (TribunBatam.id/YeniHartati)

Baca juga Berita TribunBatam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved