Rabu, 15 April 2026

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Lingga Terpaksa Kurangi Produksi

Mustofa, perajin tempe di Lingga sebut, akan kurangi produksinya untuk menyiasati naiknya harga kedelai impor di pasaran

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
stimewa untuk Tribun Batam
Foto Mustofa, perajin tempe di Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri yang turut merasakan dampak kenaikan harga kedelai 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Harga kedelai yang melambung tinggi di tahun 2022 turut dirasakan oleh masyarakat, seperti halnya di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Diketahui kedelai merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu.

Tak cuma pembeli, para perajin tempe di Lingga juga terdampak. Seperti yang dirasakan Mustofa.

Ia sudah merintis usaha sebagai perajin tempe rumahan lebih kurang 16 tahun.

Kenaikan harga kedelai saat ini menjadi hambatan buatnya, dalam memproduksi tempe.

Meski demikian, warga Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep ini tetap melakukan produksi. Hanya saja terpaksa jumlahnya dikurangi.

Mustofa menyebutkan, untuk di Kabupaten Lingga harga kedelai per kilo yang mulanya Rp 11 ribu naik menjadi Rp 13 ribu.

Sementara itu, harga per karung ukuran 50 kg yang mulanya Rp 485 ribu naik menjadi Rp 595 ribu.

Baca juga: Harga Tahu Tempe di Tanjungpinang Naik Senin Mendatang, Pedagang Bakal Libur Jualan 2 Hari

Baca juga: Harga Kedelai Tinggi, Harga Tahu dan Tempe di Batam Terancam Naik

"Maka kita kurangi jumlah produksinya yang biasa kita per hari buat sebanyak 320 keping, saat ini kita buat sebanyak 270 keping," kata Mustofa saat ditemui di rumahnya.

Sementara untuk harga per keping tempe, saat ini masih dijual dengan harga lama yakni Rp 1.600 per keping.

Mustofa menilai, jika ikut menaikkan harga tempe, maka akan menurunkan minat dan jumlah pembeli.

"Harga tidak berubah, hanya saja kalau sudah sampai di warung menjadi Rp 2 ribu per keping," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan tidak hanya kedelai yang mengalami kenaikan harga. Namun bahan baku seperti ragi tempe juga naik dari Rp 8 ribu menjadi Rp 18 ribu.

Mustofa berharap kepada pemerintah, agar bisa memperhatikan masyarakat sepertinya untuk menurunkan harga kedelai kembali stabil.

"Semoga stabil lagi, jadi rakyat bisa menikmati Kembali (dengan harga murah)," ucapnya.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved