BATAM TERKINI
Walikota Batam Muhammad Rudi Beri Izin Bazar Ramadan 1443 H, Berikut Lokasinya
Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan izin penyelenggaraan bazar Ramadan 1443 H saat pandemi covid-19.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ramadan 1443 Hijriah di Kota Batam pada tahun ini sedikit berwarna dibanding tahun sebelumnya.
Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memberikan izin bazar Ramadan digelar tahun 2022 ini.
Namun tetap disertai dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.
Bazar Ramadan merupakan salah satu upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19.
Rudi berharap ekonomi masyarakat bisa terus membaik dengan adanya berbagai event atau kegiatan, termasuk bazar Ramadan ini.
Beberapa lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar kegiatan bazar Ramadan seperti di Dataran Dang Anom, taman Engku Hamidah.
Area terbuka hijau ini biasanya sering menjadi tempat bazar, dan mudah dijangkau masyarakat.
Baca juga: Disperindag Pastikan Stok Minyak Goreng di Batam Aman Jelang Ramadan 1443 Hijriah
Baca juga: Muscab DPC Peradi SAI Batam Dibuka, Alfi Ramadania dan Bali Dalo Bersaing Jadi Ketua
"Nanti ada tim yang urus soal ini. Intinya kita ingin bulan Ramadan ini bisa berjalan lancar dan aman. Ibadah aman, dan kegiatan juga terus berjalan," kata Rudi, Rabu (9/3/2022).
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan untuk bazar Ramadan rencananya akan digelar di Dataran Dang Anom.
Kegiatan ini nantinya akan melibatkan pelaku usaha kuliner yang ada di Batam.
"Kami buat sama seperti tahun lalu. Tetap dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat pastinya. Persiapan lagi dimatangkan, karena masih ada beberapa Minggu lagi jelang Ramadan," katanya.
Ardi mengungkapkan pelaksanaan bazar Ramadan juga bisa digelar ditempat lainnya seperti pusat perbelanjaan. Menurutnya, antusias masyarakat untuk menghadiri bazar juga pasti ramai.
"Berburu takjil merupakan salah satu yang tidak boleh ketinggalan selama Ramadan. Jadi nanti akan digelar dengan Protkes yang ketat," katanya.
Ia berharap kehadiran bazar ini bisa meramaikan kemeriahan bulan puasa.
Pelaku usaha bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan penghasilan mereka.
ATENSI Wakil Walikota Batam
Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah jelang Ramadan 1443 H.
Baca juga: Alfi Ramadania dan Bali Dalo Bersaing di Muscab DPC Peradi SAI Batam
Baca juga: Lingga Punya Tradisi saat Bulan Rajab, Rangkaian Jelang Ramadan
Salah satu yang menjadi fokusnya adalah antisipasi melonjaknya harga bahan pokok jelang Ramadan dan hari-hari besar lainnya.
Amsakar Achmad yang memimpin rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam belum lama ini, meminta semua stakeholder turut serta.
Ia tak ingin, masyarakat Batam dikhawatirkan dengan kenaikan drastis.
Wakil Walikota Batam ini juga menginstruksikan kepada tim seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengantisipasi adanya penimbunan.
“Jangan sampai masyarakat mengkhawatirkan ancaman kenaikan harga menjelang perayaan hari-hari besar,” ujar Amsakar usai memimpin rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam beberapa waktu lalu.
Berdasarkan laporan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sejumlah bahan pokok di Batam aman.
Mereka mengklaim tidak ada kelangkaan atau kenaikan secara signifikan di Batam.
Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahmad Iswanto menyampaikan, bulan Januari 2022, IHK Kota Batam menunjukan inflasi sebesar 0,74 persen.
Baca juga: Jelang Ramadan 2022, Pemko Batam Gelar Bazaar Sembako Murah, Cek Jadwalnya
Baca juga: Lolos Tahap Kedua, Pemuda Batam Rafly Ramadan Bersaing dengan 35 Pemain di TC Timnas U-18 Indonesia
Inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,23 pada Januari 2022 menjadi 108,02 pada Januari 2022. Inflasi tahun kalender 2022 sebesar 0,74 persen.
“Inflasi tahun ke tahun (Januari 2022 terhadap Januari 2021) sebesar 2,51 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada tujuh kelompok pengeluaran,” ujarnya melalui rilis bulanan BPS.
Adapun, kelompok pengeluaran itu yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 1,95 persen.
Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 1,69 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 1,05 persen.
Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 0,73 persen; kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,63 persen.
Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,41 persen; serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,16 persen.
“Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu: kelompok transportasi turun sebesar 0,86 persen; serta kelompok kesehatan turun sebesar 0,10 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya,” katanya.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dataran-engku-hamidah-batam-center.jpg)