BATAM TERKINI
Besi Penyangga Patah, Dishub Batam Tutup Ponton Pelabuhan Belakangpadang
Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto mengatakan, ponton di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Belakang Padang patah, Sabtu (12/3/2022) lalu.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto mengatakan, ponton di Pelabuhan Rakyat Kecamatan Belakang Padang patah, Sabtu (12/3/2022) lalu.
Selama ini merupakan tempat naik dan turunnya penumpang. Hal ini membuat ponton tersebut terpaksa ditutup dan dialihkan ke tempat alternatif.
"Demi menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut, kami menutup dan mengalihkan ke sisi kiri atau tempat loket tiket," ujar Yudi.
Ia menuturkan penggantian ponton akan segera dilakukan. Perkiraan April sudah mulai dilaksanakan untuk lelang fisik dan lainnya.
"Sementara dialihkan ke sebelah kiri dulu. Nanti kalau sudah selesai akan difungsikan seperti dulu lagi," katanya.
Kondisi ponton memang sudah mengalami kerusakan dan dianggarkan bakal diganti tahun ini.
Kondisi ponton mengalami rusak dan patah di sisi kirinya, sehingga menyebabkan ponton miring.
Baca juga: JADWAL Pemadaman Listrik di Batam, Senin 14 Maret 2022, Bakal Dimulai Pukul 13.15 WIB
Baca juga: Kapal Pakai Jaring Berkantong Tertangkap Langgar Aturan, KKP Diminta Perketat Pengawasan Laut Natuna
Saat kejadian, memang jumlah pengunjung ke pulau Belakangpadang mengalami peningkatan.
Sehingga tidak ada yang mengatur penumpang yang naik ke pelabuhan.
"Kondisi sudah tidak layak, ditambah dengan ramainya pengguna ponton waktu itu. Banyak pengunjung namun karena tidak ada yang mengatur naiknya penumpang, ponton patah," tuturnya.
Warga Kampung Jawa Kecamatan Belakang Padang, Alkafi (40) mengaku cukup resah atas kerusakan ponton ini.
Setiap harinya ia menggunakan ponton tersebut untuk berangkat kerja ke Batam dan pulang kerja.
"Tapi itu hal biasa terjadi karena udah tua juga pontonnya. Untung saja tak makan korban. Muspida setempat cepat menyikapi itu, pelabuhan langsung ditutup," katanya.
Warga Belakang Padang Lainnya, Panca (34) mengaku kerusakan ponton tersebut cukup meresahkan warga.
Apalagi untuk kaum lansia yang melewatinya.
"Padahal ponton itu juga digunakan untuk pejabat-pejabat yang datang," ujar pria 2 orang anak ini. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/14032022ponton-di-pelabuhan-belakang-padang.jpg)