Senin, 1 Juni 2026

Lewat KUR BRI, Iluh Craft Batam Ikut Berdayakan Warga Pulau untuk Merajut Kala Pandemi

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan dunia secara umum mendatangkan tantangan sekaligus peluang dalam dunia usaha.

Tayang:
Dokumentasi Iluh Craft untuk Tribunbatam.id
Iluh Eka Lindawati saat memberdayakan warga Pulau untuk membuat rajutan cover handsanitizer. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan dunia secara umum mendatangkan tantangan sekaligus peluang dalam dunia usaha.

Termasuk di kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tak sedikit pelaku UMKM yang justru meraup cuan saat pandemi Covid-19 terjadi.

Hal tersebut tentunya tak lepas dari kejelian dalam melihat peluang yang ada serta mampu berinovasi seiring perubahan yang ada.

Seperti yang dilakukan Iluh Eka Lindawati, pemilik Iluh Craft Batam.

Bukan berpangku tangan dan menyerah dengan keadaan, wanita asal Bali ini justru memberdayakan ibu-ibu warga pulau untuk menghasilkan produk-produk rajut berkualitas.

Iluh mengatakan jika UMKM nya sudah hadir di Batam sejak tahun 2017.

Iluh Craft mendapatkan KUR dari BRI untuk pengembangan usahanya.
Iluh Craft mendapatkan KUR dari BRI untuk pengembangan usahanya. (Dokumentasi Pribadi Iluh Craft untuk Tribunbatam.id)

Berawal dari hobi, Iluh pun menekuninya menjadi mata pencahrian.

"Awalnya saya buat macam-macam dari rajutan, mulai dari topi, tas, sepatu. Itu dijual dari teman ke teman dulu. Pernah juga ikut pameran," ujarnya ditemui Tribunbatam.id di rumahnya di Kawasan Tiban Indah, Senin (7/3/2022).

Iluh menyebutkan dirinya pertama kali mengenal kerajinan rajut dari sang ibu.

"Diajarin ibu saya. Dulu kami di Bali memang mengerjakan orderan-orderan garmen. Jadi nggak asinglah dengan produk rajutan. Sampai di Batam akhirnya saya teruskan," kata dia.

Usahanya pun terbilang laris manis saat itu. Hingga kemudian pandemi Covid-19 melanda.

Iluh memberikan pembelajaran cara merajut kepada warga pulau.
Iluh memberikan pembelajaran cara merajut kepada warga pulau. (Dokumentasi Pribadi Iluh Craft untuk Tribunbatam.id)

"Saat pandemilah justru terbentuk team work karena ada kebutuhan masker yang membludak. Saya langsung coba peluang membuat masker dari bahan rajut di awal pandemi," ujar Iluh Eka Lindawati.

Dirinya pun berkolaborasi dengan penjahit setempat untuk memproduksi masker berbahan rajut tersebut. Serta memberdayakan ibu-ibu di pulau untuk merajut.

Menurutnya untuk pembuatan masker dan tas itu harus ada lapisan kain (puring), sehingga membutuhkan jasa penjahit. Sementara di Batam tidak banyak penjahit tas yang ada.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved