BATAM TERKINI
Travel Bubble Dinilai tak Efektif, Gubernur Kepri Minta Diskresi Aturan dari Pusat
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menilai kebijakan Travel Bubble kali ini masih belum efektif untuk meningkatkan perekonomian Kepri di sektor pariwisata.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Lebih dari tiga pekan terlaksana, rupanya pelaksanaan Travel Bubble di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, belum memuaskan bagi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Pasalnya, tidak setiap hari wisatawan mancanegara (wisman) dari Singapura masuk ke wilayah Kepri sejak Travel Bubble dibuka.
Hingga kini, di Batam sendiri baru 126 wisman yang datang.
"Kapal yang masuk dengan skema ini juga tidak masuk setiap hari, hanya di akhir pekan. Sekali masuk rata-rata hanya membawa 10 wisman, itu pun tidak setiap hari," ujar Ansar, dalam pelepasan 52 wisman di Batam View Resort, Nongsa, Batam, Rabu (16/3/2022) malam.
Sebagaimana evaluasi yang rutin dilakukan, Ansar menilai kebijakan Travel Bubble kali ini masih belum efektif untuk menggenjot perekonomian Kepri di sektor pariwisata.
Salah satu kelemahannya, koridor Travel Bubble selama ini belum dirasakan dampaknya secara signifikan bagi para pelaku sektor pendukung pariwisata terutama hotel, UMKM, dan kuliner yang tersebar di beberapa wilayah lain, terutama di Kota Batam.
Untuk itu, Ansar mengaku telah membahas persoalan ini dengan Presiden RI, Joko Widodo, saat berkunjung ke calon ibukota baru Indonesia IKN (Ibukota Nusantara), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Baca juga: WILAYAH Pemadaman Listrik di Batam, Kamis 17 Maret 2022 Bertambah, Cek Jadwal dan Lokasinya
Baca juga: CURI 2 Handphone di Sekupang, Seorang Pemuda Ditangkap Polisi di Tanjung Piayu Batam
"Kemarin saya bicara dengan pak Presiden, salah satunya terkait Travel Bubble ini. Saya mengusulkan tiga hal yang bisa meningkatkan penerapan travel bubble," ujar Ansar.
Ke tiga usulan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tersebut ialah, pengaplikasian Visa on Arrival (VOA), pembukaan bubble di daerah lainnya seperti Karimun, serta diskresi dalam pemeriksaan tes Covid-19 bagi wisman.
Ansar meminta agar aplikasi VOA dapat kembali diterapkan bagi turis-turis asing. Jika memungkinkan, ia juga meminta agar perlakuan Kepri sama dengan Bali, yakni dapat menampung wisatawan tidak hanya dari Singapura melainkan 23 negara lainnya.
Kemudian, sejalan dengan itu, ia meminta daerah-daerah lainnya di Kepri dibuka seperti Batam dan Bintan. Untuk tahap pertama ini, ia mengusulkan Karimun, sebab menilai potensi pariwisatanya juga cukup besar. Setelah Karimun, kemungkinan Tanjungpinang, Anambas, Natuna, dan Lingga juga dapat dibuka.
"Terakhir, kita minta agar prosedur pemeriksaan wisman ini ada diskresi. Kalau kita mengusulkan, wisman ini berangkat pakai Antigen saja, sampai di sini baru pakai PCR, dan pulangnya pakai Antigen lagi. Supaya lebih memudahkan," jelas Ansar.
Selain itu, terkait kebijakan kuota 350 orang per pekan masuk ke negara Singapura, Ansar juga mengaku sudah menyampaikan persoalan ini kepada Presiden. Ia berharap pemerintah pusat bisa membicarakan kepada negara bersangkutan terkait penambahan atau penghapusan kuota.
Ansar mengungkapkan, usulan ini disambut baik oleh presiden. Ia memperkirakan, dalam dua hari ini, kebijakan VOA, diskresi alur pemeriksaan Covid-19, serta pembukaan wilayah lain untuk pariwisata, kemungkinan bisa mulai diterapkan.
Usulan dari gubernur ini direspon positif oleh pelaku pariwisata, salah satunya, pengelola resor di kawasan Nongsa Sensasion, Anddy Fong. Ia menilai, kebijakan yang diusulkan tersebut dapat semakin memperbanyak wisman yang masuk ke Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17032022gubernur-kepri-ansar-ahmad1.jpg)