BATAM TERKINI
bright PLN Batam Ungkap Penyebab Batam Kerap Mati Lampu Selama 2 MInggu
bright PLN Batam membenarkan adanya pemadaman listrik secara bergilir sejak dua pekan dan mengungkapkan pemicu pemadaman tersebut.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - bright PLN Batam membenarkan adanya pemadaman listrik secara bergilir sejak dua pekan lalu diakibatkan kerusakan mesin pembangkit.
Melalui rilisnya, beberapa waktu lalu, pemadaman disebabkan gangguan pada pembangkit Mitra Energi Batam (MEB) Unit 1 dan gangguan pembangkit Energi Listrik Batam (ELB).
Menurut Vice President of Public Relations Bright PLN Batam, Bukti Panggabean, kerusakan mesin mengakibatkan PLN Batam kehilangan sampai 35 mega watt daya listrik.
"bright PLN Batam terus berupaya mengatur ini. Tetapi belum berhasil karena alat-alat yang rusak itu harus didatangkan dari luar negeri," ujar Bukti.
Sementara itu, untuk jadwal pemadaman listrik saat ini belum pasti karena jadwalnya dibuat per hari, menyesuaikan beberapa faktor, salah satunya kondisi cuaca. Hal ini disampaikan oleh Humas Bright PLN Batam, Furqon, Minggu (20/3/2022).
Ia mengungkapkan, kondisi daya listrik saat ini sudah semakin meningkat, karena mesin ELB yang sebelumnya mengalami gangguan sudah disinkronkan.
Baca juga: 2 Minggu Batam Alami Pemadaman Listrik Bergilir, Begini Kondisi Gardu Listrik di Batam
Baca juga: CEK Bahan Baku hingga Kebersihan, 45 Peserta Jaminan Halal Diperiksa Auditor LPPOM MUI Kepri
"Kemungkinan padam masih ada, tapi tidak separah minggu ini. Kalau ada jadwal biasanya pelanggan industri dulu yang dipadamkan," jelasnya.
Kondisi Gardu Listrik Aman
Sebelumnya diberitakan, sejak dua pekan belakangan, masyarakat Kota Batam mengalami pemadaman listrik bergilir.
Kondisi ini lama-kelamaan membuat warga mulai tidak nyaman.
Bahkan ada semacam kecemasan tersendiri ketika kondisi ini berlanjut hingga bulan puasa nanti.
Untuk memastikan hal tersebut Wartawan Tribun Batam Minggu (20/3/2022) sore mencoba menelusuri beberapa lokasi seperti gardu milik bright PLN Batam.
Adapun beberapa tempat yang didatangi yakni kawasan Nagoya, Batu Ampar, dan Bengkong.
Namun tidak ditemukan petugas bright PLN Batam sedang melakukan perbaikan atau perawatan.
Misalnya sebuah gardu listrik yang terletak di kawasan Nagoya, Batam.
Gardu yang letaknya sekitar 100 meter dari simpang empat Martabak Har itu tampak tertutup rapat.
Letaknya cukup strategis dan berada persis di tengah keramaian, sehingga beberapa gojek sering nongkrong di sekitar lokasi gardu tersebut.
Di sekitar pintu tampak beberapa bekas oli, artinya pintu tersebut sempat dibuka oleh petugas PLN Batam belum lama ini.
Tidak hanya itu, gardu tersebut jauh dari kebisingan yang berlebihan.
Hanya bunyi kendaraan saja yang didengarkan saat berada di lokasi gardu listrik itu.
Seorang tukang gojek saat ditemui TRIBUNBATAM.id, mengaku gardu listrik itu jarang sekali dibuka.
"Jarang terjadi masalah di gardu di sini. Sekitar dua hari yang lalu memang ada beberapa petugas melakukan pemeriksaan di sini. itupun tidak lama," kata dia tanpa menyebutkan namanya.
Ia mengaku, hampir setiap saat nongkrong di lokasi gardu tersebut. Sembari menunggu orderan penumpang.
Dia mengaku beberapa hari yang lalu, di kawasan Nagoya dan sekitarnya juga mendapatkan giliran mati lampu.
"Jika mati lampu, terkadang kami sebagai gojek juga merasakan dampaknya," katanya.
Misalnya, ketika ada masyarakat yang memesan makanan atau minuman.
Sementara penjual makanan dan minuman tersebut harus diproduksi menggunakan arus listrik, maka dengan sendirinya pemesanan harus dibatalkan.
Untuk itu ia sangat berharap adanya keseriusan pihak bright PLN Batam dalam mengatasi permasalahan ini.
"Semoga hari ini dan ke depan jangan sampai mati lampu lagi. Kasihan masyarakat yang bekerja hanya mengandalkan arus listrik," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Ronney Lodo Laleng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pln-100.jpg)