Breaking News:

BINTAN TERKINI

BUAYA Hantui Nelayan Tembeling Bintan, Kerap Datangi Sampan Nelayan yang Cari Ikan

Kemunculan buaya muara menghantui nelayan yang mencari ikan di sungai di Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Seekor buaya menghampiri sampan nelayan  nelayan di Tembeling, Teluk Bintan, Bintan saat mereka mencari ikan 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Sejumlah buaya baru-baru ini banyak muncul di muara sungai yang ada di kawasan Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Minggu (20/3/2022). 

Kemunculan buaya di muara ini juga membuat para nelayan di daerah Tembeling, Bintan mulai resah saat mencari ikan.

Sebab, buaya- buaya yang  muncul sering tiba-tiba dan mendekati sampan nelayan yang sedang mencari ikan. 

Salah satu nelayan Tembelling,Iman menuturkan, kemunculan buaya di muara menurutnya tampak baru-baru ini.

Adapun ukuran buaya yang muncul di muara sungai di kawasan Tembeling  diperkirakan olehnya sekitar 1,5 meter hingga 4 meter. 

"Kehadiran buaya- buaya it membuat para nelayan termasuk dirinya mulai resah dan khawatir," tuturnya.

Para nelayan  khawatir jika buaya mendadak menerkam mereka saat mereka sibuk mencari ikan.

"Sejauh ini memang belum ada kejadian nelayan diserang atau di gigit buaya. Tapi  para nelayan makin takut turun ke muara sungai untuk mencari ikan," terangnya.

Baca juga: Kejari Bintan Terima Pelimpahan Tahap ll Kasus Pertambangan Pasir Ilegal di Bintan

Baca juga: BESOK, Senin 21 Maret 2022 Gubernur Kepri Kunjungi Natuna, Ini Agendanya

Iman juga menjelaskan, bahwa sebagian besar nelayan di Tembeling tergolong nelayan tradisional dengan alat tangkap seperti tombak dan jaring. 

"Nah saat melakukan aktivitas inilah kami harus turun ke air.Jadi ditengah ada buaya- buaya yang muncul itu kami jadi kawatir," jelasnya.

Saat ditanya apakah buaya di sana memang sebelumnya tidak ada, Iman menyebutkan sebenarnya keberadaan buaya sudah lama.

Namun, akhir-akhir ini populasinya semakin banyak. 

"Kalau yang dulunya masih ukuran 1,5 meter sekarang sudah 4 meter.Kalau buaya ukuran 1,5 meter mungkin kita masih berani melawan,tapi tidak kebayang kalau yang menyerang buaya 4 meter macam mana mau dilawan,"jelasnya.

Ia pun berharap pihak terkait untuk bisa segera menangani masalah ini seiring bertambahnya buaya di daerah tangkap nelayan. 

"Setidaknya bisa ditangkap dan dikumpulkan ke satu tempat," harapnya.

Sementara itu Lurah Tembeling Tanjung, Mukhromin menambahkan, bahwa sampai saat ini pihak kelurahan belum menerima keluhan dari masyarakat nelayan soal makin banyaknya buaya di muara sungai. 

Menurut Mukhromin, buaya di muara sungai memang sudah ada sejak dulu.

"Terkadang buaya- buaya di sana juga  sering datang ke rumah warga yang berada di pinggiran muara sungai. Bahkan, sering juga mendekati nelayan yang sedang mencari ikan," katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved