Rabu, 29 April 2026

BATAM TERKINI

bright PLN Batam Siapkan Pembangkit di Baloi, Hindari Mati Listrik Selama Puasa

bright PLN Batam sedang menyiapkan pembangkit di Baloi, Batam untuk menghindari pemadaman listrik selama bulan puasa di Batam bulan depan.

ISTIMEWA
Pembangkit listrik milik bright PLN Batam. bright PLN Batam sedang menyiapkan pembangkit di Baloi, Batam untuk menghindari pemadaman listrik selama bulan puasa di Batam bulan depan. 

Gangguan tersebut terjadi pada pembangkit Mitra Energi Batam (MEB) Unit 1 (PLTU Panaran) dan Energi Listrik Batam (ELB). Kerusakan mesin ini mengakibatkan Bright PLN Batam kehilangan sampai 35 megawatt daya listrik.

ELB sudah diperbaiki dan sudah disinkronkan dengan seluruh jaringan. Meskipun kemungkinan pemadaman bergilir masih ada, tapi tidak separah pekan lalu.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah mengaku sudah menanyakan langsung kepada manajemen bright PLN Batam. Untuk itu, DPRD akan mengecek langsung kondisi mesin tersebut. “Kita ingin lihat langsung mesin yang rusak itu,” katanya.

Selain itu, Dewan juga akan memanggil pihak PLN Batam untuk mendudukkan masalah ini secara lebih terang. Sebab, pemadaman listrik ini terjadi menjelang Bulan Ramadan. Dewan ingin memastikan bahwa selama bulan puasa, April nanti, listrik tidak padam.

“Kita harus pastikan, bulan puasa nanti listrik tidak boleh padam. Apapun harus dilakukan PLN Batam untuk mengatasinya,” kata Irwansyah.

DPRD Kepri juga ingin mengetahui bagaimana upaya pemeliharaan yang dilakukan PLN Batam sejauh ini. Menurut Irwansyah, sumber listrik yang dikelola PLN Batam sebenarnya cukup banyak.

Ada beberapa pembangkit listrik bertenaga mesin gas (PLTMG) di Panaran, Sagulung, dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Tanjunguncang, Batuaji, serta pembangkit lainnya.

Di atas kertas, PLN Batam memiliki kapasitas ketersediaan listrik mencapai 560 megawatt, termasuk sumber listrik cadangan. Sementara itu, beban puncak untuk wilayah Batam dan Bintan (Bintan-Tanjungpinang) hanya sebesar 500 sampai 520 megawatt, tergantung pemakaian.

Selain itu, PLN Batam juga memiliki sumber listrik cadangan berupa pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di kawasan Sekupang dan Batuampar. Menurut Irwansyah, sumber-sumber cadangan ini juga harus dimanfaatkan, terutama di saat ada gangguan pada pembangkit lain.

“Kalau sumber utama rusak, cadangan ini harus dihidupkan,” katanya.

Irwansyah juga meminta PLN Batam memanfaatkan acces power dengan membeli kelebihan daya listrik dari pembangkit di pabrik-pabrik, seperti kawasan Batamindo, Panbil, dan Tunas Industry.

Irwansyah mengingatkan System Average Interruption Duration Index dan System Average Interruption Frequency Index (SAIDI & SAIFI) sudah tertuang dalam Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Ketenagalistrikan.

Perda itu memuat tentang tingkat mutu.

“Ada aturannya berapa kali maksimal listrik boleh mati dalam sebulan, ada baku mutunya. Lebih dari pada aturan yang ditetapkan, PLN harus membayar kompensasi," jelas Irwansyah.

Dosen Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Batam Irwanto Zarma Putra juga mengingatkan bright PLN untuk melakukan manajemen beban mengingat pengguna listrik terus meningkat.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved