WAWANCARA EKSKLUSIF
WAWANCARA Eksklusif bright PLN Batam, Blak-Blakan Kondisi Listrik di Batam
Dalam Tribun Podcast, bright PLN Batam mengungkap kondisi terkini kelistikan di kota industri Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini.
HH: Kami sedang berusaha, tapi karena perbaikannya membutuhkan suku cadang dari luar negeri, maka harus didatangkan dulu.
Itu memerlukan waktu agak lama. Rencananya tanggal 6 April 2022, mudah-mudahan selesai.
TB: Apakah ada penyebab lain terjadinya defisit?
HH: Selain karena pembangkit yang rusak, kami juga mencatat adanya kenaikan beban yang cukup signifikan.
Baca juga: 6 Tuntutan Warga Batam Terdampak SUTT saat Serahkan Replika Tiang SUTT ke bright PLN Batam
Baca juga: bright PLN Batam Siapkan Pembangkit di Baloi, Hindari Mati Listrik Selama Puasa
Untuk Januari ini, kenaikan sampai 11 persen dari tahun sebelumnya. Sementara, kami tidak memprediksi sampai segitu.
Hal ini mungkin dikarenakan semakin meningkatnya aktivitas masyarakat karena pelonggaran kegiatan usai pandemi Covid-19 menurun.
Biasanya tergantung cuaca juga, kalau cuaca panas bisa naik beban sampai 5-6 persen.
TB: Ada berapa jumlah pelanggan dan komposisi penggunaan listriknya?
AS: Pelanggan kami 430 ribu, terdiri dari rumah tangga yang komposisinya 80 persen, sisanya bisnis, industri, pemerintahan dan sosial.
Kalau secara KWH, penggunaan dominan rumah tangga 50-60 persen, sedangkan 40 persen bisnis dan industri.
Evaluasi kami kenaikan banyak terjadi untuk di rumah tangga dan industri. Dua sektor ini saling sejalan.
TB: Seperti apa kondisi jaringan milik PLN Batam saat ini?
HH: Kami ada jaringan transmisi SUTT 150, dan juga jaringan distribusi 20 kV.
Untuk transmisi SUTT di daerah-daerah biasanya kita lihat mana yang tingkat potensi petirnya tinggi.
Di situ kami perkuat, kami gunakan penangkal petir dengan konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tribun-Podcast-dengan-bright-PLN-Batam.jpg)