Jumat, 29 Mei 2026

Hati ASN Ini Hancur Begitu Tahu Jadi Korban Penipuan, 13 Tahun Dambakan Kehamilan

Seorang aparatur sipil negara (ASN) menjadi korban penipuan modus bisa cepat hamil. 13 tahun sudah ia mendambakan kehamilan.

Tayang:
ist
Foto ilustrasi - Seorang aparatur sipil negara (ASN) menjadi korban penipuan modus cepat bisa hamil. 13 belas tahun sudah ia mendambakan agar bisa memiliki anak. Bagaimana kisahnya? 

TRIBUNBATAM.id - Hati Rk berkecamuk setelah tahu polisi menangkap Sarwati alias Teteh, Mariah Abdul Malik, dan Dwi Indra Nur Welly.

Wanita 38 tahun yang berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menjadi pasien ketiganya dengan harapan bisa cepat hamil.

Tiga belas tahun sudah ia menantikan buah hati yang ia kandung sendiri.

Rasa senang Rk yang menghitung jika usia kandungannya sudah mencapai usia 8 bulan, seketika berubah pilu.

Tidak hanya sedih karena ia menjadi korban penipuan ketiga tersangka.

Ia juga malu dengan orang-orang di sekitar yang sudah mengetahui jika dirinya sudah hamil.

Sambil terisak tangis, Rk mengetahui jika dirinya menjadi korban penipuan setelah memeriksakan kandungannya ke rumah sakit.

Baca juga: Ria Ricis Sadar Jadi Lebih Sensitif Selama Hamil, Teuku Ryan Kerap Jadi Sasaran Emosi Istri

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Minyak Goreng Modus Campur Air, 1 Masih Buron

Tentunya setelah tahu tiga tersangka itu telah diringkus polisi.

Sesuai kesepakatan, korbannya tidak diperbolehkan kontrol ke fasilitas kesehatan lain selain ke tempat mereka.

"Saya telah menantikan seorang anak, sudah 13 tahun menikah. Saya sangat malu dengan orang-orang yang tahu bahwa saya saat ini hamil, namun nyatanya saya hanyalah korban penipuan," bebernya.

Yang membuat sedih lagi, Rk bukan kali pertama menjadi korban penipuan dengan modus cepat hamil.

Kepada Sripoku.com, ia mengaku telah beberapa kali menjadi korban pengobatan alternatif dengan harapan bisa segera memiliki keturunan.

RK mengatakan, kalau dirinya tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang peristiwa yang dialaminya.

Baca juga: Tips dan Cara Agar Tak Jadi Korban Modus Penipuan di WhatsApp

Baca juga: Perut Paula Verhoeven Diunggahan Istri Sule Bikin Salfok, Istri Baim Wong Dinilai Hamil

Apalagi kelahiran seorang anak yang telah dinanti-nantikan kini tinggal kenangan.

"Saya begitu kecewa telah menjadi korban penipuan, dan hamil yang disebut-sebut pelaku hanyalah bohong," ungkapnya.

BEROPERASI 3 Tahun

Polisi menangkap tiga tersangka kasus penipuan dengan modus bisa segera hamil di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Tiga tersangka yakni Sarwati alias Teteh (50), Mariah Abdul Malik, dan Dwi Indra Nur Welly membuka praktek supaya cepat hamil di Perumahan Permata Residence Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepada polisi, mereka mengaku sudah menjalankan bisnis 'tipu-tipu' ini selama tiga tahun.

Namun aksinya terhenti saat mereka dilaporkan oleh pasien mereka sendiri yang merasa tertipu oleh aksi pelaku.

Ketiganya menipu korbannya dengan modus bisa membantu para ibu-ibu yang sulit hamil agar cepat mengandung.

Baca juga: Ria Ricis Dinilai Makin Gemuk dan Tak Lagi Pecicilan, Lagi Hamil Anak Teuku Ryan?

Baca juga: Arti Mimpi Digigit Ular di Tangan, Pertanda Baik hingga Dikaitkan dengan Adanya Penipuan

Kapolsek Talang Kelapa, Kompol Sigit Agung Susilo mengatakan, selama tiga tahun para pelaku membuka praktek pengobatan alternatif untuk wanita yang sulit hamil.

"Pelaku TT yang dibantu MA melakukan terapi urut terhadap para korbannya yang datang. Terapi tersebut dilakukan dengan maksud agar korbanya cepat hamil,"ucapnya, Selasa (29/3/2022).

Setelah korban yang datang diterapi urut, para pelaku memberikan 3 butir garam dan 7 buah bunga melati kepada korbannya.

"Korban juga diminta untuk membawakan dua botol air mineral untuk nantinya diminum korban agar cepat hamil," terangnya.

Sigit mengatakan, setelah para korbannya menjani beberapa kali terapi, korban diperbolehkan untuk melakukan tes kehamilan dengan test pack.

"Korban melalukan tes urin di tempat praktek pelaku. Saat urine korbannya telah diberikan, selanjutnya pelaku menukar urine tersebut dengan urine orang lain yang hamil agar seoalah korbannya memang hamil," jelas Sigit.

Setelah para korbannya percaya bahwa memang mereka hamil dengan bukti dari tes kehamilan yang ditunjukan pelaku.

Selanjutnya korban diwajibkan untuk membayar sejumlah uang sebagai upah jasa terhadap pelaku yang telah berhasil membuat korbannya hamil.

Baca juga: Maraknya Penipuan Kavling, BP Batam Minta Masyarakat Teliti dan Hati-Hati

Baca juga: Haji Faisal Tak Bisa Bendung Kemarahan ke Doddy Sudrajat yang Bilang Vanessa Angel Hamil Duluan

Sigit mengungkapkan, selanjutnya tiga bulan kemudian pelaku diarahkan untuk mengecek kehamilan ke salah satu pelaku lainnya, yakni DI yang berperan sebagai bidan.

Diketahui DI bukanlah seorang bidan melainkan perawat.

Para korbannya tidak diperbolehkan pelaku untuk mengecek kehamilan ke tempat lain.

Namun karena ada beberapa korban yang melak ukan pencecekan kehamilan ke tempat lain karena merasa curiga dan penasaran apakah memang hamil atau tidak.

"Setelah korban melakukan pengecekan kehamilan di tempat lain ternyata hasil USG nya negatif," ucapnya.

Karena korban merasa tertipu oleh pelaku, korban mempertanyakan kejadian tersebut di group WA khusus para pasien tersangka.

"Ternyata banyak korban lainnya yang mengalami hal serupa, namun tidak berani melaporkan kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Ia menjelaskan, korban penipuan dari ketiga pelaku dengan modus seolah-seolah bisa membuat korbannya hamil mencapai ratusan orang.

"Kerugian sementara dari korban yang melapor sebanyak Rp 250 juta lebih," jelasnya.

Baca juga: Ibu Hamil Jadi Korban Begal, Diadang 6 Orang hingga Motor Dirampas, Aksi Terekam CCTv

Baca juga: Doni Salmanan Dilaporkan ke Polisi Setelah Indra Kenz Terkait Kasus Penipuan Binomo

Sementara itu, TT mengakui jika dirinya tidak mempunyai kemampuan membuat orang cepat hamil.

"Saya ini cuma tukang urut biasa, sebelum menjalankan praktek terapi abal-abal ini saya bekerja sebagai tukang urut," akuinya.

Lainya halnya deng TT, DI mengaku dirinya bukanlah seorang bidan melainkan perawat.

Ia bertugas mengecek tensi kepada pasien yang datang agar lebih meyakinkan para korban.

Setelah korban melakukan konsul kemahilan akan diberikan bebarapa vitamin.

"Sekali konsul korban akan saya mintai biaya sebesar Rp 40 ribu," tuturnya.(TribunBatam.id) (Sripoku.com/Oki Pramadani)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Penipuan

Sumber: Sripoku.com

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved