Sabtu, 30 Mei 2026

Pembunuhan Mantan Kekasih

Berharap iPhone Wanita Muda Ini Tinggalkan Suami dan Puaskan Mantan Kekasih, Dibunuh Usai Melayani

Pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan sadis terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Enim

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Sripoku.com
PEMBUNUHAN MANTAN PACAR - Kolase foto pernikahan APS dan pelaku pembunuhan APS. APS ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Sungai Enim setelah dibunuh mantan pacar, Rabu (27/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, MUARA ENIM - Sosok MAP (33), pria yang tega menghabisi nyawa mantan kekasihnya sendiri, APS (23), akhirnya terungkap. 

Pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan sadis terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Enim, tepatnya di pangkal Jembatan Enim III, Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Sumatera Selatan.

MAP diketahui merupakan warga Desa Karang Raja dan bekerja sebagai karyawan swasta. Ia juga merupakan mantan kekasih korban sebelum APS menikah dengan pria lain.

Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra mengungkapkan, hubungan keduanya sempat terjalin selama kurang lebih satu tahun.

Meski telah berpisah, komunikasi antara korban dan pelaku masih terus berlangsung hingga keduanya kembali bertemu di sebuah hotel di Muara Enim pada 24 Mei 2026.

“Korban lebih dulu memesan kamar hotel karena pelaku belum bisa datang tepat waktu. Sekitar pukul 04.00 WIB korban kembali menghubungi pelaku agar datang ke hotel tersebut,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Muara Enim, Jumat (29/5/2026).

Pelaku tiba sekitar pukul 04.30 WIB. Selama berada di hotel dari pagi hingga sore hari, keduanya sempat melakukan hubungan badan.

Namun suasana berubah tegang pada sore harinya. Korban disebut meminta dibelikan telepon genggam baru jenis iPhone. Permintaan itu ditolak pelaku karena alasan tidak memiliki uang dan korban masih berstatus sebagai istri orang.

Penolakan tersebut memicu pertengkaran hebat. Korban diduga melontarkan kata-kata yang membuat pelaku tersinggung hingga akhirnya emosi memuncak.

“Pelaku merasa sakit hati lalu mencekik korban menggunakan tangan kiri sambil tangan kanan menutup mulut korban. Tubuh korban juga ditindih agar tidak berteriak dan melawan,” ungkap Hendri.

Aksi itu berlangsung sekitar 10 menit hingga korban tewas di atas kasur kamar hotel.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku sempat pulang ke rumah dalam kondisi panik. Namun keesokan harinya, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, MAP kembali ke hotel untuk mengevakuasi jasad korban yang mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

Pelaku lalu menekuk tubuh korban, membungkusnya menggunakan selimut hotel, kemudian memasukkannya ke dalam ember merah berukuran besar sebelum diangkut menggunakan mobil Honda Brio miliknya.

“Sebelum menurunkan jasad korban, pelaku sempat mengecek situasi sekitar dan memastikan tidak ada petugas keamanan yang melihat,” jelas Kapolres.

Dari hotel, pelaku membawa jasad korban menuju kawasan Jalan Baru dekat Jembatan Enim III. Di tengah perjalanan, ia sempat membeli satu botol Pertalite eceran seharga Rp15 ribu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved