Breaking News:

FEATURE

Sejarah Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Punya Al-Quran Tulis Tangan Tahun 1867

Sebuah Al-Qur’an dengan ukuran cukup besar diletakkan dalam etalase berbahan kaca di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat. Al-Quran itu ditulis tangan

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Rahma Tika
Bangunan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat dibangun dengan ornamen khas bangunan Turki 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tempat wisata religi kerap dikunjungi masyarakat jika sudah memasuki bulan suci Ramadan.

Masyarakat Muslim berbondong-bondong datang ke sana. Bahkan ada pelancong yang rela datang dari luar daerah hanya sekadar untuk mengunjungi wisata religi yang kental akan nilai sejarahnya.

Kepulauan Riau (Kepri) merupakan daerah dengan mayoritas masyarakat bersuku Melayu.

Daerah yang terkenal akan wisata bahari ini pun juga memiliki wisata religi yang tersebar hampir di setiap kabupaten/ kota.

Kali ini Tribunbatam.id akan menceritakan perjalanan mengunjungi salah satu masjid bersejarah yang ada di Kepri.

Masjid yang terkenal dengan sejarah hingga peninggalannya ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kepri.

Ya, Masjid Raya Sultan Riau Penyengat namanya. Masjid yang berdiri ratusan tahun ini masih menjadi pusat wisata religi paling populer di kalangan masyarakat lokal hingga luar daerah Kepri sendiri.

Perjalanan menuju Masjid Raya Sultan Riau Penyengat ditempuh melalui pelabuhan yang berada di Tanjungpinang.

Al-Qur’an tulisan tangan di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat
Al-Qur’an tulisan tangan di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat (tribunbatam.id/Rahma Tika)


Letaknya tidak jauh dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) yang berada di kawasan Pasar Baru Tanjungpinang.

Dari sini kita akan menaiki perahu kayu yang menjadi akses ke Pulau Penyengat dari Tanjungpinang. Setiap penumpang yang naik akan dikenakan biaya Rp 7.000 per orang sekali perjalanan.

Baca juga: Dibangun Pakai Putih Telur, Inilah Sejarah dan Keunikan Masjid Raya Sultan Riau Penyengat

Baca juga: SEJARAH Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, Kini Jadi Cagar Budaya dan Wisata Religi

Perahu kayu ini bisa memuat 15 orang penumpang, dengan memakan waktu tempuh perjalanan selama 15 menit.

Setibanya di Pelabuhan Penyengat, kita akan disuguhkan dengan bangunan khas Melayu di sepanjang pelabuhan dengan warna khas kuning dan biru.

Kemudian di sana banyak perahu kayu milik individu yang biasa digunakan sebagai akses penyeberangan masyarakat.

Dari pelabuhan penumpang turun, jarak ke Masjid Raya Sultan Riau Penyengat tidaklah jauh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved