Sabtu, 11 April 2026

Tim Sar Gabungan Cari Warga Belanda, Bantu Malaysia dari Perairan Pulau Bintan

Seorang warga Belanda dilaporkan hilang oleh otoritas Malaysia. Tim SAR gabungan kini berusaha mencarinya di perairan Pulau Bintan.

TribunBatam.id/Dokumentasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang
Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang bersama dengan unit SAR gabungan Polairud Bintan saat mencari seorang WNA asal Belanda di perairan Berkait, Pulau Bintan. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang sedang fokus mencari seorang warga berkewarganegaraan Belanda.

Warga asing bernama Nathen Renze Chesters itu dilaporkan hilang di sekitare perairan Berakit, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hilangnya warga negara asing ini berawal dari 4 penyelam asing yang dilaporkan hilang di negeri jiran, Malaysia.

Basarnas Tanjungpinang kemudian mendapat informasi jika dua penyelam ditemukan di sekitar perairan Pulau Bintan setelah 4 hari dilaporkan hilang.

Mereka belum mendapat informasi mengenai nasib seorang penyelam lagi.

Ada kemungkinan menurut mereka, penyelam tersebut sudah ditemukan oleh otoritas Malaysia.

"Kedua penyelam yang ditemukan dalam kondisi selamat langsung dievakuasi ke Johor, Malaysia untuk mendapat perawatan lebih lanjut," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Slamet Riyadi, S.H, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Ayah dan Anak Hilang saat Melaut, Tim Sar Gabungan Baru Temukan Jasad Nur Alam

Baca juga: BREAKING NEWS, Tim Sar Gabungan Cari 2 Nelayan Kepri Dilaporkan Hilang

Baca juga: Tim SAR Gabungan Perluas Lokasi Pencarian Nelayan Hilang di Karimun

Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang dibantu unit SAR gabungan Polairud Bintan untuk mencari warga negara asal Belanda itu.

Kedua negara terus berkoordinasi untuk menmukan seorang warga negara asal Belanda tersebut.

Bersama dengan unit SAR gabungan Polairud Bintan, Kantor Pencarian dan PertolonganTanjungpinang mengerahkan 1 unit kapal RB-209 sebagai armada untuk memantau di sekitaran wilayah Berakit, Pulau Bintan.

Penerjunan dilaksanakan dengan mengerahkan seluruh ABK RB-209 dan 5 orang rescuer.

“Dikarenakan korban hanyut hingga ke perairan Indonesia, Pemerintah Malaysia meminta bantuan kepada pihak Indonesia untuk melaksanakan pemantauan apabila ditemukan tanda-tanda korban,” ujarnya.(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Tanjungpinang

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved