Aksi Kriminal saat Ramadhan, Rumah Lansia Ditinggal Salat Kena Bobol Maling, Emas 40 Gram Raib
Aksi pencurian di rumah lansia merupakan satu kisah aksi kriminal yang terjadi saat Ramadhan 1443 H.
TRIBUNBATAM.id - Dua peristiwa terjadi di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.
Kasus pertama datang dari seorang nenek di Desa Tunggulis Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Rumah wanita berumur 62 tahun bernama Sunia itu kena bobol maling.
Sejumlah barang berharga seperti emas seberat 40 gram, satu unit handphone dan uang tunai senilai Rp 1.350.000 hilang saat kejadian Senin (11/4/2022).
Ia baru mengetahui rumahnya dibobol maling setelah pulang menunaikan salat tarawih.
Begitu membuka pintu rumah, kondisi pakaian miliknya sudah berantakan.
"Ibu pulang duluan, sebab bapak pulang tarawihnya terakhir. Saya langsung keluar rumah berteriak, tapi kebetulan awal tadi itu gak ada siapa-siapa. Tapi, setelah lama kemudian saya berteriak ada bangsat-bangsat (pencuri) terus banyak warga yang berdatangan," ungkap Sania saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya.
Baca juga: Sempat Buron Pelaku Pencurian di Medan Ditembak Mati Polisi, Keluarga Tak Terima
Baca juga: Aksi Pemuda 66 Kali Terlibat Kasus Pencurian, Polisi Ungkap Modusnya
Sania yang hanya tinggal berdua dengan suaminya menduga, pencuri masuk lewat pintu belakang karena ada bekas congkelan dari pintu masuk belakang.
Sebelum pergi ke masjid, dia sempat melihat orang tidak dikenal di depan rumahnya.
Ini ia ketahui dari penuturan tetangga kepadanya.
Atas kejadian tersebut, Ia langsung melaporkan ke pihak kepolisian sektor Kalipucang Polres Pangandaran.
Meski mendapat musibah, ia masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Dari belakang pintunya di congkel, terus masuk ke kamar depan juga dicongkel. Dan kebetulan yang ada laci tempat menyimpan perhiasan, di kamar satunya lagi itu tidak di kunci. Yang hilang itu, perhiasan cincin sama gelang sekitar 40 gram. Kalau dikali Rp 500 ribu berarti Rp 20 juta dan juga uang tunai yang hilang senilai Rp 1.350.000 serta handphone android. Ya, tapi alhamdulilah barang-barang yang lain masih ada dan tidak ada korban jiwa. Coba kalau saya gak tarawih, kebayang karena biasanya pencuri itu nekat. Dan semoga, pencurinya bisa cepat ketemu sama polisi," ucap Sania.
Sementara peristiwa kedua terjadi di Desa Cempaka, Kecamatan Cigugur, Senin (11/4/2022) sekira pukul 20.00 WIB.
Masjid Miftahul Huda di Dusun Pasir Pari rusak karena tertimpa pohon petai.