Breaking News:

Jemaat HKBP Tarempa Peringati Jumat Agung dengan Kebaktian dan Nobar Film Kisah Yesus

Tangis sesenggukan pecah dari para jemaat HKPB Tarempa saat menyaksikan penayangan film kematian Yesus Kristus yang diputar di perayaan Jumat Agung

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Jemaat HKPB Tarempa merayakan peringatan Jumat Agung dengan kebaktian dan nonton bareng (nobar) film kematian Yesus Kristus di kayu salib, Jumat (15/4/2022) di Aula Hotel Tarempa Beach 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Jemaat HKBP Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas merayakan peringatan Jumat Agung dengan kebaktian dan nonton bareng (nobar) film kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Pantauan Tribunbatam.id, kebaktian yang dilaksanakan di Aula Hotel Tarempa Beach, Jumat (15/4/2022) itu dimulai sejak pukul 10.30 Wib.

Kali ini intensitas jemaat yang hadir lebih banyak dari ibadah Minggu biasanya. Meski begitu standar protokol kesehatan tampak tetap dilakukan.

Bangku duduk antara jemaat yang satu dan lainnya tetap diberi jarak, begitu juga penutup masker melekat di sebagian wajah para jemaat.

Khotbah kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Vylian Sipahutar itu pun terlihat berjalan dengan lancar, hingga memasuki perjamuan kudus mencicipi roti dan minum anggur penanda peringatan akan tubuh dan darah Yesus Kristus.

Suasana pun tampak hening dan khidmat. Tangis sesenggukan pecah dari para jemaat saat menyaksikan penayangan film kematian Yesus Kristus di kayu salib.

Seorang jemaat yang hadir di kegiatan itu, Siska mengatakan, makna kebaktian peringatan Jumat Agung tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya saat angka kasus Covid-19 di Anambas tinggi.

Menurutnya lagi, kesan perayaan kali ini jauh lebih menyenangkan karena dapat beribadah bersama dengan keluarga dan jemaat dengan jumlah yang lebih banyak.

Baca juga: Perayaan Jumat Agung di Gereja Katolik Santo Damian Bengkong Digelar Lebih Singkat saat Pandemi

Baca juga: Jumat Agung di Gereja HKBP Ressort Batam Center Digelar dengan Prokes Ketat

"Ya cukup menyenangkanlah walaupun pandemi tapi masih bisa juga merayakan ke gereja. Meski harus menggunakan protokol kesehatan, yang terpenting masih bisa langsung berkumpul di rumah Tuhan dengan jemaat lain walau harus ada batasan juga," ungkapnya.

Sementara itu, Pendeta Vylian Sipahutar menjelaskan, perayaan Jumat Agung bagi kaum Nasrani adalah kisah perjalanan penderitaan Yesus Kristus.

"Maknanya adalah kita kembali lagi mengingat pekerjaan-pekerjaan roh Tuhan itu menuntun hidup kita manusia, bagimana kita yang berdosa akan diselamatkan," ucapnya.

Ia melanjutkan peringatan penebusan oleh Yesus juga sebagai momentum mengingat kasihnya umat manusia.

"Momentum ini memperbaharui hidup kita seperti Yesus yang hidup di dalam kasih, karena kita bersekutu di dalam dagingnya dan oleh darahnya kita ditebus," terangnya.

Sampai pada kebangkitan Yesus atau paskah adalah makna sukacita dan pengharapan bagi umat manusia bahwa sesungguhnya umat manusia telah ditebus dari segala dosa dan maut.

"Jadi pesan khotbah kami pada Jumat Agung ini, khususnya kepada jemaat HKBP Tarempa, kita sebagai pendatang untuk kiranya saling berbagi satu sama lain menjadi sebuah keluarga karena kristus lah tubuh dan kepala yang membuat kita hidup di dalam kasih," tukasnya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved