RAMADHAN

TIPS Agar Anak Tetap Sehat saat Puasa, Perbanyak Konsumsi Makanan Ini

Ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua agar anak-anak yang menjalankan uasa Ramadhan bisa terjaga asupan nutrisinya. Apa saja? Simak tipsnya

ISTIMEWA
Dokter Spesialis Anak RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau (Kepri), Dr. Helmi Tri Puji Lestari, Sp.A, Msc. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ibadah puasa diwajibkan bagi umat muslim yang telah mengalami akil baligh.

Biasanya, anak perempuan berusia di atas 9 tahun, atau anak laki-laki di atas 11 tahun yang sudah mengalami menstruasi atau mimpi basah sudah diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadan.

Namun, tidak ada salahnya memperkenalkan dan membiasakan buah hati menjalani ibadah puasa sejak dini.

Kendati anak belum mengalami akil baligh, orangtua tetap dapat melatih anak untuk berpuasa tanpa makan dan minum, baik setengah hari atau sepanjang hari (dari sahut sampai buka).

Dokter Spesialis Anak RSUD Raja Ahmad Tabib Kepulauan Riau (Kepri), dr. Helmi Tri Puji Lestari, Sp.A, Msc, mengatakan, anak-anak di usia tertentu sudah mampu untuk menjalankan puasa.

Namun, karena masih dalam masa pertumbuhan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar anak tetap sehat selama berpuasa.

Pertama, orangtua harus memantau kecukupan nutrisi pada makanan yang disantap anak selama sahur dan buka.

Hendaknya, menu makanan sahur dan buka tetap mengikuti kaidah 4 sehat 5 sempurna.

Baca juga: PEMBAYARAN Insentif Dicicil dan tak Lancar, Nakes RSKI Galang Minta Pengertian Pemerintah

Baca juga: Wakil Bupati Anambas, Gelar Safari Ramadhan di Masjid Jami Al Falah, Ajak Warga Silaturahmi 

Makanan yang mengandung banyak serat juga sangat dianjurkan agar anak tahan lapar lebih lama.

"Saat sahur dan berbuka, kita harus perhatikan keseimbangan nutrisinya," ujar Helmi.

Selain kecukupan gizi pada makanan, Dr. Helmi juga menganjurkan pemberian vitamin atau suplemen tambahan untuk anak.

Asupan vitamin ini dapat semakin meningkatkan ketahanan tubuh anak, terutama selama ia beraktivitas di sekolah.

Kedua, hal terpenting lainnya adalah menjaga agar anak tidak dehidrasi selama puasa.

Guna menjaga keseimbangan jumlah air dalam tubuh, anak harus diberikan minum yang cukup selama sahut dan berbuka.

Kebutuhan rata-rata air orang dewasa adalah 2 liter per hari. Tetapi, jumlah air ini berbeda dengan yang dibutuhkan anak-anak. Dr. Helmi menganjurkan, agar orangtua memenuhi kebutuhan air anak sesuai dengan bobot tubuhnya.

"Kalau berat anak hanya 10kg, rata-rata kebutuhannya sekitar 1000 mL per hari, tapi kalau beratnya sudah di atas 20kg, bisa 2000 mL per hari," jelas Helmi.

Apabila anak kesulitan minum air yang cukup sesuai kebutuhannya, orangtua dapat menyiasati dengan memberikan makanan kaya air, misalnya makanan berkuah seperti sayur sop, atau buah-buahan yang mengandung air seperti semangka.

"Memang harus banyak minum. Asalkan tidak ada gejala infeksi saluran kemih, pasti buang air kecilnya juga lancar-lancar saja," tambah Helmi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

 

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved