BATAM TERKINI
Museum Batam Raja Ali Haji Goes To School, Kenalkan Museum ke Pelajar
Disbudpar Kota Batam menggelar kegiatan Museum Batam Raja Ali Haji Goes To School untuk mengenalkan museum ke sekolah-sekolah di Batam.
Sebagai informasi tugu ini dibangun pada tahun 23 Agustus 1981 oleh Rempang Frienship Association (RFA) sebuah lembaga non profit yang dibentuk oleh warga Jepang untuk mengenang serdadu Jepang yang tewas saat menunggu kepulangan mereka ke tanah air pasca pemerintah Jepang bertekuk lutut di tangan sekutu.
"Dari 112.708 ada 128 serdadu meninggal saat menunggu kepulangan," sebutnya.
Kini jejak-jejak bekas peninggalan Jepang berdiameter 3 kali 3 meter ditembok monumen terpampang nama-nama eks Tentara Jepang yang perna singgah menetap di Sembulang, lengkap dengan foto-fotonya masing-masing.
"Ini berkaitan dengan Nagoya, karena mereka suka mengeksplorasi yang menamai Nagoya adalah laskar Jepang," ucapnya.
B. J. Habibie perna membangun Batam selama 20 tahun. Ia membangun Trans Barelang atau Jembatan Barelang. Proyek ini proyek pertama di Indonesia berupa jembatan yang menghubungkan pulau ke pulau.
"Kita patut bangga Batam dipimpin oleh pemimpin yang hebat," terangnya.
Sama seperti yang memimpin Kota Batam sekarang, yakni Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang telah mempersiapkan Kota Batam, seperti mengembangkan infrastruktur seperti jalan dalam konsep pariwisata.
"Pembangunan Batam saat ini sangat cepat," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21042022museum-Batam-Raja-Ali-Haji.jpg)