LIGA INDONESIA
Eks Pelatih PS Batam Ini Analisis Soal Ketajaman Striker Timnas Indonesia, Sorot Soal Ini
Budi Sudarsono, yang dijuluki si Ular Piton, pemain yang identik dengan nomor punggung 13 bicara soal ketajaman striker Timnas Indonesia saat ini
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Bagi pencinta Timnas Indonesia, pasti tak akan lupa dengan sosok Budi Sudarsono.
Pemain yang dijuluki "budigol" atau kadang si "ular phyton" ini tercatat pernah jadi top skorer di Piala AFF (Saat itu bernama Piala Tiger).
Tak lagi berada di lapangan hijau, Budi kerap wara wiri di dunia bola sebagai sosok yang selalu diminta komentarnya mengenai sepakbola Indonesia khususnya timnas.
Seperti belum lama ini ia tampil di podcats Youtube Akurat TV dan mengulas banyak perkembangan sepakbola dari segi pengamatannya,
Di situ Budi memberikan sejumlah pandangannya mengenai sepakbola Indonesia.
Baca juga: Fakta Terbaru Sosok Irfan Jaya, Pencetak Gol Laga Uji Timnas U23 vs Andong Science College
Baca juga: Berita Persib - Kisah Prajurit, Pemain Kunci Persib: Gak Pernah Kepikiran Jadi Pemain Bola
Di antara yang paling dia seoroti adalah keberadaan striker lokal murni untuk level timnas.
Seperti diketahui, sorotan mengenai soal itu sebetulnya sudah lama disuarakan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
"Mungkin, kalau saya menyorotinya tetap di liga kita ya."
"Di liga kita memang untuk jam terbang pemain lokal itu kan, apa lagi di posisi striker, menurut saya, sangat kurang sekali,"katanya.
"Semua tim itu saya lihat jarang memainkan striker, pemain-pemain lokal ya di antaranya, kebanyakan striker itu diisi pemain-pemain asing,"lanjutnya.
Budi melihat pola sepakbola di liga tanah air saat ini banyak menggunakan satu striker.
Berbeda dengan jamannya yang kerap menggunakan dua striker.
Baca juga: Berita Persija - Sosok Ganesha Putra yang Ditunjuk Jadi Wakil Presiden Klub Persija Jakarta
Baca juga: Daftar Pelatih Klub Liga 1 2022: Dejan Antonic Pelatih Barito Putera, Persita Dilatih Alfredo Vera
"Kalau dulu yang terkenal kan formasi 3-5-2, kita pake 2 striker biasanya, biasanya satu asing satu lokal, kalau yang sekarang kan semakin modern semakin berbeda."
"Sekarang biasa kita pakai formasi 3-4-3, 4-3-3 menggunakan satu top striker, kebanyakan satu striker itu diisi pemain asing, jarang pemain lokal di posisi itu, jarang menurut saya,"ungkapnya.
Menurut Budi kondisi tersbut menyebabkan jam terbang striker lokal jadi berkurang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10092019budi-sudarsono.jpg)