Breaking News:

Daftar Vaksin Covid-19 Berlabel Halal MUI, MA Kabulkan Permohonan Hak Uji Materil Konsumen Muslim RI

Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan hak uji materil yang diajukan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terkait vaksin Covid-19 halal

SHANGHAI DAILY
SINOVAC, perusahaan yang memproduksi vaksin corona untuk Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id - Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengapresiasi putusan Mahmakah Agung (MA) soal pengadaan vaksin halal oleh pemerintah.

Mahkamah Agung (MA) diketahui mengabulkan permohonan hak uji materil yang diajukan Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terkait vaksin halal.

YKMI mengajukan uji materi Pasal 2 Peraturan Presiden No 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi dalam rapat permusyawaratan MA, Kamis (14/4/2022).

Putusan Majelis Hakim Agung itu teregister dengan nomor perkara 31P/HUM/2022 dengan susunan Majelis Hakim Agung yakni Prof. Supandi sebagai Hakim Ketua, Is Sudaryono dan Yodi Martono sebagai Hakim Anggota.

"Menyatakan Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai 'Pemerintah (Menteri Kesehatan, Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan), wajib memberi perlindungan dan jaminan tentang kehalalan jenis vaksin Covid-19 yang ditetapkan untuk pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di wilayah Indonesia'," demikian bunyi putusan MA itu.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, putusan MA juga merupakan koreksi atas kebijakan pemerintah terkait vaksinasi booster.

Baca juga: Yuk Vaksin Sebelum Mudik, Cek 14 Lokasi Vaksin Covid-19 di Tanjungpinang, Senin (25/4)

Baca juga: Inilah Vaksin Covid-19 Sudah Berlabel Halal MUI, Apa Itu Tripsin di AstraZeneca?

"Tindak lanjutnya adalah dengan penyediaan produk vaksin yang halal dan sudah ada," ujar Asrorun.

Menurutnya, putusan MA menguatkan perlindungan terhadap hak konsumen Muslim memperoleh vaksin halal.

Sekaligus, mengingatkan tugas negara menyediakan vaksin halal dalam rangka mewujudkan herd immunity.

"Jika vaksin halal tersedia, maka negara harus menjamin ketersediaannya bagi umat Islam," kata Asrorun.

Hingga kini belum banyak vaksin Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia ( MUI).

Sejauh ini, MUI sudah melakukan uji sertifikasi halal pada beberapa produk vaksin Covid-19 di Indonesia.

Di antaranya, Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Zivifax dan Merah Putih.

Namun, tidak semua vaksin Covid-19 yang telah diuji tersebut dinyatakan suci dan halal.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved