Jumat, 24 April 2026

BATAM TERKINI

10.235 Calon Siswa SD di Batam Terancam tak Tertampung, Ini Pesan Anggota DPRD 

Dari data Disdik Batam, ada 23.807 calon peserta didik usia 6-7 tahun yang diperkirakan akan masuk SD, kemudian 21.204 siswa butuh sekolah SMP

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Pertemuan rapat di Komisi IV DPRD Kota Batam, membahas tentang PPDB bersama Dinas Pendidikan Kota Batam, Kamis (19/5/2022). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rancangan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kota Batam lagi-lagi menuai kritik dari wakil rakyat, yang menduduki kursi Komisi IV DPRD Kota Batam.

Keterbatasan daya tampung sekolah, masih menjadi salah satu masalah PPDB Batam tahun ini.

Di dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kota Batam, perwakilan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengakui daya tampung sekolah tahun ini belum mencukupi untuk menampung seluruh peserta didik baru.

Dari data yang dihimpun Disdik Kota Batam, ada 23.807 calon peserta didik usia 6-7 tahun yang diperkirakan akan masuk SD, kemudian, 21.204 siswa tamat SD yang akan naik ke jenjang SMP.

Sementara itu, daya tampung keseluruhan untuk SD hanya 13.572 kursi, dan SMP hanya memiliki daya tampung 20.187 kursi, jika dihitung dalam satu rombongan belajar (rombel) kapasitas maksimalnya 36 siswa.

Dengan demikian, ada sekitar 10.235 calon siswa SD, dan 1.017 calon siswa SMP yang terancam tidak tertampung.

Persoalan ini lah yang menjadi fokus perhatian Anggota DPRD Kota Batam, salah satunya Udin P. Sihaloho dari Komisi IV.

Baca juga: INI 3 Jenis Kejahatan yang Banyak Terjadi di Wilayah Batuaji Batam 

Baca juga: Ombudsman Kepri Bakal Gelar PVL On The Spot Kabupaten Lingga di 4 Kecamatan

Ia mempertanyakan solusi yang disiapkan Disdik Batam terkait keterbatasan daya tampung tersebut.

Menurutnya, kelebihan jumlah calon peserta didik yang belum tertampung hanya dapat diselesaikan melalui dua solusi, yakni menambah daya tampung siswa per rombel dan opsi lainnya mendorong distribusi siswa ke sekolah-sekolah swasta.

Namun, untuk opsi terakhir, daya tampung juga masih terhitung terbatas.

Selain itu, di situasi pasca pandemi Covid-19 yang sedikit banyak berdampak pada perekonomian masyarakat ini, para orangtua kemungkinan lebih memilih memasukkan anaknya ke sekolah negeri karena masalah biaya.

"Dari Disdik sendiri melihat daya tampung tahun ini tetap akan ada kekurangan. Tapi mereka tetap berupaya dengan ruang kelas yang ada, agar tetap bisa tersedia," ujar Udin ketika diwawancarai usai rapat, Kamis (19/5/2022).

Solusi jangka panjang, ke depannya tentu Disdik Batam terus didorong untuk menambah ruang kelas baru (RKB) atau membangun sekolah baru.

Namun dalam hal ini, Udin menyoroti adanya sekolah yang masih menyediakan jumlah ruang kelas terbatas, seperti SMPN 62 Batam yang diketahui hanya memiliki dua ruang kelas.

"Ini hal yang menggelikan. Masa sekolah cuma punya dua ruang kelas? Kami tidak mau hal ini terjadi lagi," tegas Udin.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved