Emmeril Kahn Mumtadz Putra Ridwan Kamil Ungkap Alasannya Ingin Kuliah di Luar Negeri
Putra Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz sempat mengungkap alasannya ingin melanjutkan kuliah keluar negeri.
Pada kesempatan ini, pewawancara sempat menanyakan terkait rencana Eril setelah lulus dari ITB.
Eril pun mengungkapkan, dirinya akan langsung menempuh jenjang pendidikan S2 tetapi sebelumnya akan bekerja untuk beberapa waktu.
“Kalau misalnya lulus tuh kemungkinan saya mau langsung S2 sih. Jadi kerja sebentar,” ungkapnya dikutip Tribunnews dari YouTube Mjestex Channel, Sabtu (4/6/2022).
Baca juga: Sandiaga Uno Kunjungi Batam, Gubernur Kepulauan Riau Curhat Jalur Laut Singapura - Kepri
Baca juga: Emmeril Khan Anak Ridwan Kamil Belum Ditemukan, Unggahan Nabila Ishma Kekasih Eril Disorot
Selain itu, Eril juga mengungkapkan alasan dirinya menempuh jenjang pendidikan S2 di luar negeri yaitu pertimbangan adiknya, Camillia Laetitia Azzahra atau yang akrab disapa Zahra, yang juga berencana melanjutkan studi di luar negeri.
Menurutnya, pihak keluarga Eril menginginkan adanya pendamping bagi adiknya saat berkuliah di luar negeri.
Sehingga kesempatan studi di luar negeri diambil Eril agar dapat menemani adiknya.
“Sebenarnya ada plan gitu sama keluarga gitu ya. Jadi kan adik saya ini mau kuliah ke luar negeri. Tapi syaratnya harus ada yang nemenin gitu, jadi harapannya aku nemenin gitu. Jadi harapannya aku nemenin di luar negerinya, penginnya tuh di sana bareng,” tutur Eril.
Kemudian menurut alasan pribadinya, Eril juga mengaku masih khawatir untuk melepas Zahra saat berkuliah di luar negeri.
“Masih takutlah kalau misalnya sendirian di luar negeri nggak ada teman juga. Jadinya kemungkinan bakal kerja dulu 1-2 tahun,” jelasnya.
PENCARIAN Eril Masih Berlangsung
Kepala Biro Adpim Jabar, Wahyu Mijaya, mengungkapkan kepolisian Swiss menerjunkan anjing pelacak untuk melacak keberadaan Eril.
"Proses pencarian masih dilakukan, pihak keluarga ada yang datang ke Swiss untuk memastikan kelanjutan proses pencarian."
"Jadi tidak karena pernyataan bahwa keyakinan keluarga sudah wafat, tapi proses pencarian tetap dilanjutkan," jelas Wahyu di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (3/6/2022), mengutip TribunJakarta.com.
"Kemarin bagaimana melihat kondisi arusnya, jadi untuk sekarang ini mulai dengan digunakan anjing pelacak."
"Karena memang sudah lebih dari tujuh hari, anjing pelacak untuk pencairannya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0306_atalia.jpg)