INFO CUACA
Waspada Hujan Disertai Petir di Pulau Bintan! Ini Prediksi Cuaca BMKG Dari 4-6 Juni 2022
BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang memprediksi cuaca Pulau Bintan dari tanggal 4-6 Juni 2022. Warga diminta waspada hujan disertai petir
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang memprediksi cuaca Pulau Bintan berpotensi hujan disertai petir selama tiga hari dari tanggal 4-6 Juni 2022.
Analisis dinamika, suhu muka laut (Sea Surface Temperature atau SST) per tanggal 02 Juni 2022 di sekitar Perairan Kepulauan Riau khususnya di Perairan Pulau Bintan umumnya masih dalam kondisi yang hangat berkisar antara 30 - 31°C dengan anomali SST cenderung positif di wilayah perairan Pulau Bintan yang bernilai antara 0.0 s.d. 1.0°C.
Indeks ENSO terupdate masih bernilai -1.05 dan dalam kondisi La Nina Mod, sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia, namun tidak memberikan dampak/pengaruh di wilayah Kepulauan Riau.
"Indeks Dipole Mode (DMI) terupdate masih masih bernilai -0.39, yaitu dalam kondisi Netral. Kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya wilayah Pulau Bintan. Diprakirakan kondisi akan cenderung negatif pada bulan Juni - Desember Juli 2022," ujar prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fiqri Nugraha Isnoor, Minggu (5/6/2022).
Analisis per-tanggal 02 Juni 2022 menunjukkan MJO kondisi fase-7, kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan-awan konvektif di Indonesia terutama Kepulauan Riau
Prakiraan Dasarian I Juni 2022, Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi didominasi oleh angin timuran kecuali di wilayah utara hingga tengah Sumatera. Terdapat belokan angin di bagian selatan Sumatera. Pola siklonik terbentuk di barat Sumatera.
Kemudian, adanya pola belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Pulau Bintan diprediksi masih cukup mendominasi sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan. Diprakirakan pada bulan Juni – Agustus 2022 Monsun Australia akan aktif mendominasi seluruh wilayah Indonesia.
Untuk prakiraan kelembapan udara relatif (relative humidity) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya dasarian I Juni 2022 untuk lapisan permukaan, lapisan 850mb, dan 700mb umumnya di berkisar dari 60 - 90 % .
Baca juga: PTM 100 Persen di Tanjungpinang Berjalan Lancar, Siswa dan Orang Tuanya Gembira
Baca juga: Wawako Tanjungpinang Beri Motivasi ke Petugas Puskesmas dan Ingatkan Hal Ini
Kondisi labilitas atmosfer untuk 3 hari kedepan juga memperlihatkan adanya nilai K-Index sebesar 30 s.d. 38 menunjukkan kondisi atmosfer yang memungkinkan untuk terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus secara signifikan.
Kemudian, nilai Lifted Index yang berkisar -7 s.d -2 dan nilai Showalter Index yang berkisar -3 s.d. 3 menunjukkan kondisi atmosfer yang labil moderat s.d. sangat labil dan berpotensi untuk terjadinya hujan petir (thunderstorm).
"Peringatan dini yang harus diwaspadai adanya potensi kecil terjadinya pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan ringan - lebat secara tiba-tiba dengan disertai petir dan angin kencang," ungkapnya.
Diterangkannya, berdasarkan analisis dinamika atmosfer pengaruh fenomena cuaca skala global (ENSO, IOD, dan MJO) kurang berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas konveksi di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.
Analisis skala regional dengan nilai SST yang hangat memiliki pengaruh terhadap peningkatkan pasokan uap air ke atmosfer yang dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulus dan Cumulonimbus).
Kemudian, adanya pola belokan angin (shearline) yang diprakirakan masih berpotensi terjadi di sekitar Pulau Bintan dapat menyebabkan perlambatan massa udara, sehingga mendukung untuk pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan.
Selanjutnya, analisis skala lokal terhadap kondisi kelembaban atmosfer pada lapisan bawah hingga menengah yang diprakirakan relatif masih cukup basah menunjukkan adanya ketersediaan pasokan uap air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-info-cuaca-hari-ini-di-kepri.jpg)