Breaking News:

Kanwil DJP Kepri

Tindak Tegas, DJP Kepri Sita Aset WP Tidak Patuh

Penyitaan dilakukan karena tersangka diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yaitu dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan

ist
Tim Penyidik Kanwil DJP Kepri menyita aset wajib pajak tersangka kasus tindak pidana perpajakan berupa tanah dan bangunan milik tersangka inisial T yang berlokasi di Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan (Kamis, 2/6). 

TRIBUNBATAM.id - Tim Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau (Kanwil DJP Kepri) menyita aset wajib pajak tersangka kasus tindak pidana perpajakan berupa tanah dan bangunan milik tersangka inisial T yang berlokasi di Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan (Kamis, 2/6).

Penyitaan dilakukan karena tersangka diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan yaitu dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta tidak melakukan pemungutan yang menjadi kewajiban Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Tim Penyidik Kanwil DJP Kepri menyita aset wajib pajak tersangka kasus tindak pidana perpajakan berupa tanah dan bangunan milik tersangka inisial T yang berlokasi di Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan (Kamis, 2/6).
Tim Penyidik Kanwil DJP Kepri menyita aset wajib pajak tersangka kasus tindak pidana perpajakan berupa tanah dan bangunan milik tersangka inisial T yang berlokasi di Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan (Kamis, 2/6). (ist)

Tersangka T melanggar ketentuan Pasal 39 ayat (1) huruf c Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Baca juga: Begini Cara Nonaktifkan NPWP secara Online, Tak Perlu ke Kantor Pajak

Atas tindakan tersangka tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 5,9 Miliar.

Dalam kegiatan penyitaan ini, Tim Penyidik Kanwil DJP Kepri didampingi oleh personel dari Koordinator Pengawas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (Korwas PPNS) Polda Kepulauan Riau dan Ketua RT setempat.

Sebelum melaksanakan penyitaan, tim penyidik telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan telah mendapatkan izin penyitaan dari pengadilan.

“Penyitaan aset tersangka tindak pidana perpajakan merupakan bentuk komitmen DJP dalam mewujudkan penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan agar dapat memulihkan kerugian pada pendapatan negara,” jelas Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan Kanwil DJP Kepri Affan Nuruliman.(*)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved