DISKOMINFO KEPRI
Gubernur Kepri Kumpulkan Kepala OPD, Sikapi Instruksi Presiden Genjot Belanja Produk Lokal
Gubernur Kepri Ansar menekankan kepada jajarannya untuk memastikan pengadaan barang dan jasa di setiap OPD dimaksimalkan untuk produk dalam negeri
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad segera menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk meningkatkan realisasi belanja daerah terhadap produk dalam negeri.
Pada Senin (13/6/2022), Ansar menggelar rapat evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan dan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Utama lantai 4, Kantor Gubernur, Dompak.
Dalam rapat tersebut, Ansar menekankan kepada jajarannya untuk memastikan pengadaan barang dan jasa di setiap OPD masing-masing dimaksimalkan untuk produk dalam negeri.
Menurutnya, instruksi Presiden untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri sudah sangat bagus.
Sebab, instansi pemerintah yang menggunakan anggarannya untuk belanja produk lokal dapat mempercepat perputaran uang di daerah dan berimbas pada peningkatan ekonomi di daerah tersebut.
"Untuk Kepri instruksi Presiden tersebut harus kita dukung penuh, karena akan menimbulkan multiplayer efek yang sangat baik untuk pemulihan ekonomi," kata Ansar.
Dari data Biro Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ), Pemerintah Provinsi sampai dengan 3 Juni 2022, telah merealisasikan komitmen penggunaan produk dalam negeri sebesar Rp 106,7 miliar yang terdiri dari 919 paket.
Sementara data penggunaan produk dalam negeri yang masih divalidasi Pemprov sebesar Rp 575,9 miliar yang terdiri dari 4.372 paket.
Baca juga: Gubernur Ansar Ikuti Arahan Presiden Jokowi Genjot Belanja Produk Lokal
Baca juga: Gubernur Kepri Hadiri GTRA 2022, Pastikan Warga Pesisir Dapat Kepastian Hukum Hak Tanah
Untuk e-katalog lokal, di Provinsi Kepri sendiri sudah 25 perusahaan yang on boarding atau terdaftar dalam aplikasi e-katalog lokal. Di dalam e-katalog lokal, ada 10 etalase yang dapat didaftarkan oleh perusahaan atau usaha-usaha lokal.
"Kita harus bekerja keras karena pada Agustus nanti kita targetkan penggunaan produk dalam negeri bisa meningkat lebih tinggi lagi dari sekarang," tegasnya.
Selaku kepala daerah tingkat provinsi, Ansar juga akan menggelar rapat koordinasi dengan Bupati dan Wali Kota seluruh di Provinsi untuk memastikan Kabupaten dan Kota juga turut meningkatkan belanja produk dalam negeri.
Selanjutnya terkait dengan rekapitulasi realisasi APBD Provinsi tahun 2022, diketahui realisasi keuangan sampai dengan 10 Juni 2022 telah mencapai 28,51 persen dan realisasi fisik sampai dengan tanggal 31 Mei 2022 sudah mencapai 28,37 persen.
Untuk realisasi pendapatan APBD Provinsi Kepri 2022 sampai dengan 10 Juni 2022 telah mencapai 35,81 persen yang terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapat transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah.
Ansar menjelaskan dibutuhkan dua prasyarat untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
"Pertama, intensifikasi pungutan daerah, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak air di bawah tanah. Kedua adalah menggencarkan ekstensifikasi dengan pemetaan potensi-potensi pendapatan lain yang masih bisa dikejar dan didorong," sebutnya.
(Tribunbatam.id/endrakaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1306Ansar-Ahmad.jpg)