Breaking News:

KARIMUN TERKINI

Rutan Karimun Over Kapasitas hingga 100 Persen Lebih, Mayoritas Penghuni Kasus Narkoba

Kepala Rutan Karimun, Yogi Suhara mengatakan, over kapasitas yang terjadi mencapai 100 persen. Seharusnya Rutan diisi 200 orang, namun kini capai 500

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Tampak depan Rutan Karimun 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjungbalai Karimun kelebihan kapasitas.

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Yogi Suhara mengatakan, over kapasitas yang terjadi mencapai 100 persen dari jumlah kapasitas seharusnya.

"Seharusnya Rutan Karimun ini diisi 200 orang, namun kini kami menampung 514 orang," ujar Yogi Suhara, Selasa (14/6/2022).

Alhasil dalam satu ruangan tahanan itu bisa diisi hingga belasan orang.

"Satu ruangan tahanan yang seharusnya diisi lima orang, sekarang kami isi 12 hingga 15 orang per ruangan," tambahnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menghindari agar tidak terjadi penumpukan akibat over kapasitas.

Di antaranya dengan memberikan hak warga binaan seperti remisi dan bebas bersyarat sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995.

"Kami telah melakukan asimilasi rumah, remisi, cuti bersyarat, serta pemindahan napi sebanyak 45 orang ke Batam maupun ke Tanjungpinang," katanya.

Baca juga: Rutan Kelas IIA Batam Over Kapasitas, 50 Warga Binaan Dipindah ke Lapas

Baca juga: Rutan Batam Over Kapasitas, Pegawai Ikut Latihan Menembak Antisipasi Gangguan Keamanan

Ia melanjutkan, secara persentase over kapasitas napi ini 70 persen di antaranya merupakan kasus narkoba.

Dengan kondisi saat ini, Yogi mengaku telah melakukan berbagai hal agar tidak terjadi keributan antar penghuni sel akibat over kapasitas.

"Over kapasitas yang terjadi ini berdampak terhadap kebutuhan terutama air," ujarnya.

Meskipun demikian, Rutan Karimun tetap melakukan pembinaan kemandirian dan kepribadian terhadap seluruh warga binaan.

"Untuk pembinaan kepribadian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kerohanian. Kita di sini ada masjid, vihara dan gereja. Dengan melakukan pembinaan secara intens berupa siraman rohani," jelasnya.

Sedangkan untuk pembinaan kemandirian, para warga binaan diberikan pelatihan kreatifitas yang memiliki bakat.

Dengan membuat kerajinan tangan seperti miniatur kendaraan termasuk pembekalan di bidang pertanian.

"Meskipun kondisi Rutan saat ini over, namun alhamdulillah para penghuninya masih bisa dikendalikan dan tidak pernah terjadi gesekan-gesekan atau pertengkaran," pungkasnya.

(TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved