Kamis, 4 Juni 2026

Jarang Disadari, Ini Gejala Kutil Kelamin di Organ Intim

Selain pemeriksaan di rumah sakit, untuk mengetahui apakah memiliki penyakit kutil di kelamin kewanitaan dapat melalui pemeriksaan secara mandiri.

Tayang:
Istock
Ilustrasi - Jarang Disadari, Ini Gejala Kutil Kelamin di Organ Intim 

TRIBUNBATAM.id - Masih sedikit orang yang menyadari berpotensi atau sedang terjangkit kutil kelamin.

Menurut Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia, dr Amelia Soebyanto, Sp.DV, para pasien kerap tidak sadar ada benjolan yang menjadi salah satu tanda kutil kelamin.

Selain pemeriksaan di rumah sakit, untuk mengetahui apakah memiliki penyakit kutil kelamin dapat melalui pemeriksaan secara mandiri.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah kutil kelamin yang berpotensi menyebar lebih luas ke area lain.

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV).

Namun, penyakit yang banyak dialami perempuan ini sulit diketahui sejak dini.

Dokter Amelia menyarankan, agar mengecek secara berkala dengan meraba area kewanitaan ketika mandi guna mengetahui apakah ada benjolan, yang disertai rasa gatal atau keputihan.

Baca juga: Ternyata 10 Makanan dan Minuman Ini Bagus Buat Organ Kewanitaan, Ada Apel hingga Bawang Putih

Baca juga: Wulan Guritno Berbagi Resep Agar Organ Kewanitaan Tetap Kencang, Meski Sudah Melahirkan

Untuk melihat area yang sulit dijangkau dengan mata, gunakanlah cermin dan pencahayaan yang cukup.

"Jadi kita memang harus lebih aware sebagai perempuan. Bukan menjadi alasan karena area kewanitaan tersembunyi terus kita boleh tidak aware, tidak boleh begitu," imbuhnya.

Bila nanti ditemukan benjolan serta keluhan lain di area tersebut, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin, untuk mengetahui penyebabnya.

"Bentuk anatomi organ wanita membuatnya sulit mengetahui telah menderita kutil kelamin. Saat melakukan pemeriksaan untuk penyakit yang lain, dia baru tahu bahwa dia menderita kutil kelamin atau genital warts," ujar CEO Klinik Pramudia dr Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dalam webinar, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Anak Anggota Dewan Paksa Siswi SMP Jadi PSK, Layani 5 Pria Sehari Hingga Kena Penyakit Kelamin

Baca juga: Beli Pisau untuk Bunuh Diri, Yodi Prabowo Sempat Ke Dokter Ahli Penyakit Kelamin

Tanda dan gejala kutil kelamin terkadang sulit dikenali, karena memang tidak khas seperti penyakit lainnya.

"Tanda adanya genital warts adalah benjolan halus atau kasar berwarna (seperti) kulit, merah muda, maupun keabuan, dan ada juga yang bentuknya seperti kembang kol, yang semakin lama semakin banyak dan membesar dengan cepat dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan," ungkapnya.

Ukuran dan jumlah benjolan pun beragam, ada yang kecil dan besar.

Bisa saja benjolan ini ditemukan dalam jumlah yang banyak maupun hanya satu.

Pada wanita, kutil kelamin dapat muncul di area luar dan dalam vagina termasuk vulva, vagina, leher rahim, hingga dubur.

Benjolan tersebut juga muncul pada area mons pubis, daerah yang berbentuk segitiga, berambut dan terletak di atas tulang kemaluan, bibir, mulut, lidah serta tenggorokan.

Beberapa tanda dan gejala kutil kelamin akibat infeksi virus HPV lainnya yang bisa muncul ialah rasa gatal atau tidak nyaman di area genital.

Selanjutnya, terjadi perdarahan saat berhubungan intim dengan pasangan.

"Genital warts ini tidak memiliki keluhan yang khas. Sering kali tidak disadari, pasien biasanya datang keluhannya gatal, terus kadang keputihan," tutur Amelia.

"Waktu nanti kita periksa ditemukan juga ada genital warts dan ternyata genital warts-nya sudah cukup banyak. Enggak hanya di area kewanitaan, (tapi) sudah sampai di dalam lubang vagina bahkan sampai ke daerah dubur juga," sambung dia dikutip dari kompas.com.

Baca juga: Penyebab Jerawat di Organ Kewanitaan, Bisa Menyumbat Pori-pori Kulit

Baca juga: Wanita Perlu Waspada, Kenali Gejala dan Cara Mencegah Infeksi Jamur pada Organ Kewanitaan

Salah satu yang penting dilakukan adalah deteksi dini melalui pemeriksaan klinis langsung di rumah sakit.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan terkait kutil kelamin termasuk pembesaran optik (kolposkop), dan identifikasi genom HPV.

"Namun yang perlu sering dilakukan secara rutin yakni pemeriksaan klinis, tes asam asetat dan pap smear. Diagnosis yang tepat merupakan langkah awal sebelum pemberian terapi," jelas dr Amelia.

Cara mencegah kutil kelamin

Cara mencegah penularan kutil kelamin bisa dilakukan dengan setia pada pasangan seksual, menggunakan kondom atau pelindung untuk menurunkan risiko penularan, serta mengurangi konsumsi alkohol dan tidak merokok.

Di samping itu, pemberian vaksin HPV juga dinilai penting untuk mencegah infeksi virus yang bisa menyebabkan kanker serviks.

Pasalnya, kata Amelia, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia semakin meningkat.

Kondisi ini yang kemudian mendorong pemerintah mengumumkan wacana untuk mengurangi risiko kanker serviks, dengan pemberian imunisasi wajib pada anak perempuan usia SD kelas 5 dan kelas 6.

Dipaparkannya vaksin HPV yang diwajibkan pemerintah ditargetkan pada anak SD, karena kelompok usia ini belum mengalami menstruasi.

Baca juga: Kerap Dicukur, Ternyata Ini Manfaat Bulu Kemaluan Untuk Kesehatan Organ Vital Manusia

Baca juga: Bikin Heboh hingga Tuai Pujian Setelah Ngaku Operasi Kelamin, Lucinta Luna Diterawang Paranormal Ini

Maka, diharapkan di kemudian hari saat mereka sudah dewasa dan melakukan aktivitas seksual, risiko terkena kanker serviks lebih rendah.

Vaksin HPV pun bisa diberikan pada pasien yang sudah mengalami kutil kelamin, untuk mengurangi kekambuhan.

Hanya saja, penyakitnya harus sudah diobati terlebih dahulu.

Setelahnya dilakukan kontrol ulang agar vaksin bisa diberikan.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved