INFO CUACA
Waspada Gelombang Tinggi Capai 2 Meter di Laut Natuna, BMKG Larang Nelayan Melaut
BMKG Ranai imbau nelayan tak melaut dulu jika cuaca tidak mendukung. Pasalnya dalam sepekan ini gelombang tinggi capai 2 meter di Laut Natuna
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ranai mengimbau agar nelayan Natuna tetap waspada saat mencari ikan di laut Natuna.
Pasalnya, BMKG Ranai memprediksi gelombang mencapai 2 meter di perairan Natuna.
Ketinggian gelombang laut hingga dua meter tersebut, diperkirakan akan berlangsung selama sepekan ke depan mulai Jumat (24/6/2022).
Maka dari itu, masyarakat diimbau agar waspada saat beraktivitas di laut.
Adapun lokasi perairan yang akan mengalami gelombang tinggi meliputi, Laut Natuna Utara, perairan Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Subi-Serasan dan Laut Natuna.
Prakirawan BMKG Ranai, Resa Agna F. Denryanto menjelaskan, secara umum tinggi rendahnya gelombang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Satu di antaranya kondisi angin.
Berdasarkan data model INAWAVES BMKG, kondisi angin di sekitar wilayah Laut China Selatan cukup kencang yaitu mencapai 20 hingga 30 knot.
Menurutnya, kondisi itu dapat menyebabkan adanya perpindahan energi dari wilayah Laut China Selatan menuju wilayah perairan Anambas dan Natuna.
Baca juga: Penumpang Speedboat Anambas Histeris Mesin Mati saat Cuaca Buruk
Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Tanah Longsor di Anambas Dalam Sepekan ke Depan
Sehingga mempengaruhi tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut, khususnya gelombang yang disebabkan oleh angin dari wilayah lainnya (swell).
Selain itu, untuk beberapa hari ke depan, adanya daerah konvergen di sekitar Laut Natuna Utara dan daerah shearline di Laut Natuna.
Konvergen tersebut memberikan dampak terhadap tingginya kecepatan angin dan peningkatan tinggi gelombang.
"Kondisi umum gelombang untuk seminggu ke depan diprakirakan dalam kategori rendah (0.5 – 1.25 m) hingga sedang (1.0 – 2.0 m)," kata Resa, Jumat (24/6/2022).
Ia menambahkan, dari data prakiraan angin lapisan 3.000 feet BMKG untuk beberapa hari ke depan, dan adanya daerah konvergen yang memanjang di Laut Natuna Utara dan daerah shearline di Laut Natuna.
Dengan demikian, dapat memberikan dampak terhadap tingginya kecepatan angin dan peningkatan tinggi gelombang.
"Masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan diharapkan agar tidak melaut dulu jika cuaca tidak mendukung dan menunggu hingga kondisi gelombang kondusif," ujarnya.
Apabila memang harus melaut, harus punya rencana menghadapi kondisi darurat, memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dari BMKG.
"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, dan sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi juga agar tetap selalu waspada," tuturnya. (Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-info-cuaca-hari-ini-di-kepri.jpg)