Senin, 1 Juni 2026

BATAM TERKINI

Masih Kalah Dari Kendal, Menko Airlangga Minta Investasi Batam Ditingkatkan Lagi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebut, dengan posisi Batam yang berada di gateway Singapura, investasi Batam masih tertinggal dibanding Kendal..

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto (tengah) saat meresmikan Masjid Tanjak di Batam, Jumat (24/6/2022).. 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menyebut jika nilai investasi asing di Batam masih harus ditingkatkan.
Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut saat menghadiri serah terima pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (24/6/2022).
Meski pada triwulan pertama nilai investasi asing di Batam naik 35,7 persen, namun Airlangga tampak tak terlalu gembira dengan pencapaian tersebut.
"Target harus meningkat dari yang sekarang. Ini PR yang harus diselesaikan," ujar Airlangga saat dikonfirmasi seusai agenda.
Dalam pidato sambutannya pun, Airlangga mengungkapkan jika Badan Pengusahaan (BP) Batam masih harus bekerja keras untuk meningkatkan nilai investasi ke depannya.
Ia membandingkan kondisi Batam dengan Kawasan Industri Kendal.
"Dibandingkan di Kendal, ini [Batam] masih agak tertinggal. Padahal berada dalam gateway Singapura," pesannya.
Bukan tanpa alasan, ia melihat Batam sebagai kawasan super spesial karena berstatus Free Trade Zone dan Special Economic Zone.
"Dibanding dengan Morowali, dia hanya kawasan industri. Tapi dari nikel dan turunannya, kita sudah bisa ekspor terbesar kedua setelah kelapa sawit," ungkapnya lagi.
Dengan total investasi sebesar Rp 11 triliun di Batam, Airlangga berharap, beberapa sektor penting dapat diperbaiki.
Khususnya untuk perbaikan logistik dan transportasi untuk pelabuhan udara dan pelabuhan laut.
"Kami berharap investasi di Batam meningkat," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BP Batam menyambut antusias naiknya nilai investasi asing di Batam.
"Naik 35,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BP Batam selalu berusaha memudahkan perusahaan yang berinvestasi di Kota Batam," paparnya. 

Investasi Asing di Batam Naik 35,7 Persen

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) sebelumnya mencatat, investasi penanaman modal asing di Batam naik 35,7 persen pada triwulan pertama tahun 2022.

Realisasi investasi tersebut meningkat pesat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 lalu.

Terhitung sejak Januari sampai Maret 2022, realisasi investasi sendiri mencapai  232 juta dolar Amerika.

Sedangkan pada periode yang sama tahun 2021, besarnya nilai investasi hanya 171 juta dolar Amerika.

Peningkatan ini pun disambut gembira oleh Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi.

Rudi mengatakan, industri kimia dan farmasi adalah sektor paling menjanjikan.

Sumbangan nilai fantastis dari kedua sektor tersebut, kata Rudi, tak terlepas dari upaya BP Batam yang terus menggesa persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sehat di wilayah Sekupang.

KEK Kesehatan sendiri akan berpusat di Rumah Sakit BP Batam, Sekupang.

"Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan tidak perlu berobat ke luar negeri, sudah ada di Batam [RS BP Batam]. Kita akan terus lakukan improvement, inovasi dan perbaikan SDM atau peralatan modern," ujar Rudi dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, pertumbuhan investasi dalam negeri pada triwulan pertama tahun 2022 dikabarkan mengalami penurunan.

"Meskipun untuk PMDN [Penanaman Modal Dalam Negeri] kita turun, tapi kita optimis, PMA kita bergerak naik di angka cukup signifikan. Ini tentu menambah amunisi dan semangat kita, sinyal positif untuk kebangkitan ekonomi Batam," tambah Rudi. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved