BINTAN TERKINI
Sejumlah Nelayan Bintan Kesulitan Dapat Solar Subsidi, Dinas Perikanan Lagi Cari Solusinya
Seorang nelayan di Lobam Bintan Ahmad mengakui saat ini dirinya dan teman-temannya kesulitan dapat solar subsidi. Akhirnya, mereka tak melaut dulu
Tayang:
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
ilustrasi nelayan Bintan tak melaut karena tak dapat solar subsidi
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Sejumlah nelayan di wilayah Tanjunguban dan Lobam, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan kesulitan mendapatkan solar subsidi.
Hal ini karena jatah solar subsidi untuk wilayah Tanjunguban dan sekitarnya dikurangi.
Seorang nelayan di Lobam, Ahmad mengaku, saat ini dirinya sangat sulit mendapatkan solar subsidi.
Akibatnya, Ahmad dan sejumlah nelayan lainnya untuk sementara waktu tidak melaut.
Sebab solar sebagai bahan bakar kapal mereka pergi melaut sulit didapat.
"Kalau beli di SPBU tidak bisa. Daripada tidak ada kerjaan, saya beralih jadi tukang bangunan. Kebetulan ada borongan," ucapnya, Jumat (24/6/2022).
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perikanan Bintan, Fachrimsyah mengatakan, kebutuhan solar di wilayah Tanjunguban dan sekitarnya memang kurang dan belum stabil.
Hal itu dikarenakan adanya pengurangan kuota solar subsidi skala nasional.
Baca juga: Solar Tak Didapat, Nelayan Bintan Terpaksa Tak Melaut, Kepala Daerah: Kita Cari Solusinya
"Dari pengurangan skala nasional ini berimbas ke Kabupaten Bintan. Pengurangan paling besar di Bintan itu termasuk di wilayah Tanjunguban dan sekitarnya," ucapnya.
Fachrimsyah menuturkan, bahwa kuota solar subsidi di wilayah Tanjunguban dan sekitarnya biasanya 300 KL per bulan.
"Tapi kuota itu dikurangi 100 KL, sehingga kebutuhan solar di Tanjunguban dan sekitarnya belum stabil," terangnya.
Disinggung apakah solar subsidi 300 KL hanya untuk nelayan, Fachrimsyah, menyebutkan, kuota normal 300 Kl per bulan itu bukan hanya diperuntukkan bagi nelayan.
"Tapi bermacam-macam jenis pekerjaan lain. Kalau nelayan sedikit saja kebutuhannya," jelasnya.
Fachrimsyah menambahkan, bahwa terkait keluhan nelayan, pihaknya masih berusaha menjalin kerja sama dengan SPBU di wilayah Bintan.
Hal ini dilakukan supaya nelayan yang memiliki rekomendasi dari dinas bisa mendapatkan solar subsidi di SPBU.
Sementara untuk mendapatkan rekomendasi solar subsidi, nelayan bisa mendaftar dan memiliki surat tanda daftar kapal.
Apabila nelayan tidak paham, nelayan bisa mendatangi kantor Dinas Perikanan yang berada di Kompleks Perkantoran Bintan Buyu untuk membuat rekom solar subsidi.
"Sampai saat ini kita sedang mencari SPBU yang bisa menerima rekom dari kita agar nelayan bisa mendapatkan solar di SPBU," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0606kapal-nelayan-di-Bintan.jpg)