Breaking News:

Harga Pupuk Naik, Petani di Lingga Terpaksa Jual Harga Sayuran Lebih Tinggi

Tak hanya petani tradisional, petani hidroponik di Lingga turut merasakan imbas kenaikan harga pupuk.Dampaknya, petani jual harga sayuran lebih tinggi

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Potret petani hidroponik saat memanen sayur di Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Kenaikan harga pupuk, ikut berimbas pada kenaikan harga sayuran di Lingga oleh petani 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Petani sayur di Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengeluhkan harga pupuk tanaman yang tinggi.

Tidak hanya petani tradisional, namun petani hidroponik turut merasakan imbas kenaikan pupuk ini.

"Kami terpaksa jual di pasar lebih mahal dari biasanya," ujar seorang petani hidroponik, Didin kepada TribunBatam.id, Senin (4/7/2022).

Ia mengungkapkan, hampir semua jenis pupuk khusus nutrisi tanaman hidroponik mengalami kenaikan.

Harga sayur yang biasanya dijual satu ikat seharga Rp 4 ribu, kini dijual Rp 6 ribu di pasaran.

Dalam satu ikat, biasanya terdiri dari tiga batang pohon, seperti bayam misalnya.

"Kalau misalnya jual di pasar dan di warung yang kami taroh pakai ikat. Kalau jual ke tetangga-tetangga pakai kantong," ungkapnya.

Ia mengatakan, harga pupuk MPK yang biasanya Rp 14 ribu per kilo kini naik jadi Rp 20 ribu per kilogram. Pun sama dengan pupuk boron dan pupuk grower.

Baca juga: Petani Cabai di Karimun Ikut Sedih Harga Cabai Melonjak Tinggi Terdampak Harga Pupuk Naik

Baca juga: Harga Cabai Belum Turun, Harga Sayur di Tanjungpinang juga Ikut Naik Jelang Idul Adha

Namun, Didin mengungkapkan naiknya harga sayur tidak mempengaruhi jumlah jual di pasaran.

Biasanya dalam sehari ia menghabiskan jualan di pasar sebanyak 40 hingga 50 ikat.

"Tapi karena musim hujan, kami cuma panen sekali dalam sebulan, biasanya bisa dua kali," ujarnya.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved