TRIBUN PODCAST
Gernas 1.000 Start Up Digital, 50 Start Up Andal Bakal Diciptakan dari Kepri
Saat ini, Pemrintah sedang mentaja Gerakan Nasional 1.000 Start Up Digital dan di Kepri sedang dipersiapkan 50 usaha start up andal.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Situasi yang masih sulit pasca pandemi Covid-19 menuntut kita untuk lebih kreatif.
Kreatif untuk bertahan hidup, berinisiatif untuk meningkatkan kehidupan ekonomi.
Satu di antaranya adalah menggeluti bidang start up.
Nah, sementara masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu start up dan bagaimana strategi untuk meningkatkan perekonomian melalui cara ini?
Untuk membahas hal tersebut, Tribun Batam hadir dengan program Tribun Batam Podcast (Tripod) edisi Selasa 5 Juli 2022 membahas tema "Ciptakan 50 Start Up Andal dari Kepri".
Dalam acara ini Tribun Batam menghadirkan Arseto sebagai narasumber yang merupakan Hub 2 Regional Manager Gerakan Nasional 1.000 Start Up Digital.
Baca juga: PROMO Premier Brunch dan Minuman di Best Western Premier Panbil Batam Selama Juli
Berikut Tribun Batam sajikan cuplikan wawancara eksklusif dari obrolan santai tersebut :
Keterangan; Tribun Batam = TB, Arseto = AS
TB : Masyarakat awam masih banyak yang asing dengan istilah Start up. Mas Arseto akan membeberkan apa itu Start up.
AS: Perkenalkan nama saya Arseto, saat ini saya menjabat sebagai Regional Manager Hub 2 Gerakan Nasional 1000 Start up Digital oleh Kementrian Kominfo.
Untuk Hub 2 kami mengkoordinasi program ini di tiga provinsi, sebenarnya sudah jalan sejak 2020, jadi 2020 itu saya sama tim jalan di Batam saja nah di 2021 kami sudah mulai di Kepri (Kepulauan Riau-red), jadi lingkupnya makin lama makin luas.
TB: Oke Mas, jadi seperti yang saya katakan di awal tadi, bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu Start up, saya minta kepada Mas Arseto untuk menjelaskan lebih detail seputar Start up sebelum kita berbicara lebih lanjut, silahkan Mas!?
AS: jadi Start up inikan sudah ada beberapa tahun belakangan ini. Saya juga setuju masih banyak orang yang belum mengetahui Start up ini dan bahkan masih bingung karena tercampur definisinya dengan UMKM.
Jadi di Kementerian lain, mendefinisikan Start up ini dengan usaha rintisan ya, itu juga di dunia UMKM juga merupakan usaha rintisan. Cuma kalau mengambil definisi sederhana starup ini adalah usaha rintisan yang berbasis digital.
TB: Di tahun 2020 itu, program pelatihan diberikan ke siapa-siapa saja mas?
AS: Waktu awal program ini semakin berevolusi ya Mas, 2020 pas kita pandemi itu memang secara pemberitaan kita kurang sekali pasti, itu semaksimal mungkin gimana caranya orang tetap di rumah disuruh bikin Start up.
Cuma memang 2020 itu kita sambutannya agak kurang. Karena sampai di akhir program yaitu enam bulan. Jadi bener-bener dilatih dari nol (0), jadi teman-teman punya ide saja, setelah mengikuti program enam bulan outputnya adalah teman-teman ini punya Start up. Sudah bisa menjual Start up-nya, sudah mulai jualan lah istilahnya.
2020 itu sampai final kita cuma punya delapan Start up dari Batam.
Nah 2021 mulai naik sampai final sekitar 13 starup, tahun ini kita lagi mencari 50 Start up.
TB: Coba dijelaskan bentuk Start up- nya dari 2020 dan 2021 itu seperti apa? Yang sudah dikembangkan oleh masyarakat Batam dan ada hasilnya.
AS: Kalau 2020 yang notabel waktu itu ada Start up data processing, jadi itu mendigitalisasi dokumen.
Nah 2021 kebetulan nama starup-nya digital.id asal Tanjungpinang, sekarang masih beroperasi.
Jadi Gerakan Nasional 1000 Start up digital ini terdiri dari beberapa tahapan program, nanti Juli 2022 kita ada tahapan ignation, ignition ini seminar nasional itu live dari Jakarta.
Setelah tahap ini ada tahap workshop, tahap ini sebulan lamanya, pada tahap ini akan diajarkan fundamental hal mengenai Start up, jadi ini secara maindset dulu ya, karena memang Start up ini sedikit berbeda dengan usaha konvensional.
Setelah itu masuk tahap hightsprint, dan ini tidak bisa sendirian, tapi minimal berdua. Kenapa berdua? Karena starup itu harus berkelompok. Karena tujuan tahap ini harus punya prodaknya. Dan dilanjutkan lagi dengan tahp-tahap lainnya.
TB: Lalu apa kriteria dan ketentuan bagi masyarakat Kepri yang akan mengikuti Start up ini?
AS: Sebenarnya tidak ada kriteria, jadi target kita di tahun ini mulai dari mahasiswa semester 4, sampai profesional sampai umur 65 tahun boleh ikut. Jadi tidak ada kretiria asal mau belajar.
TB: Bidang apa saja yang bisa dijadikan Start up mas?
AS: Kalau bidang tidak ada batasan, bebas aja, mau bidang transportasi boleh, kesehatan boleh, asal minatnya sama idenya, sama yang paling penting adalah masalah apa yang mau diselesaikan, solusinya apa. Jadi Start up itu adalah cari masalah dan kemudian solusinya.
TB: Dalam pelatihannya, kalau ada peserta yang kemudian mengundurkan diri akibat tidak mampu, apakah nanti akan dikenakan sanksi?
AS: Kalau di program 1.000 Start up ini tidak ada sanksi, nanti kalau sudah masuk ke inkubasi nasional nanti ada sanksinya, karena itu jauh lebih serius lagi. Biasanya Start up yang ikut mereka yang sudah penghasilan.
Kalau gerakan 1000 ini bener-bener dimulai dari nol, dan gratis.
TB: Coba mas Arseto kasih contoh soal Start up ini? Tadi mas Arseto mengatakan Start up ini bermula dari masalah kemudian mencari solusinya. Nah coba berikan contoh dari yang pernah ada mas.
AS: Mungkin yang juara tahun lalu aja, dari Tanjungpinang namanya digital.id, masalah waktu itu yang mereka naikin adalah work from home, kita nggak bisa kemana-mana tapi cari kerja gimana, sementara kita butuh duit.
Dari masalah itu mereka bikin website, waktu itu banyak yang nyari progremer, digital marketer, nyari desainer yang kerjanya dari rumah aja, waktu itu sempat buming waktu mereka masih di 1000 itu saja mereka sudah punya basis user yang ngikutin mereka itu sekitar 2 ribuan dari seluruh Indonesia.
Jadi masalahnya valid mas bahwa banyak yang mencari kerja, sementara nggak boleh keluar rumah. Kebetulan tiga profesi itu bisa dikerjakan dari rumah.
TB: Start up ini apakah ada kode etik atau aturan yang mengaturnya?
AS: Pasti, Start up tetap ada kode etik dan tetap kita pantau, jangan sampai ada yang aneh-aneh, misalnya saja judi dan banyak yang lainnya. Jadi Start up ini ada kode etiknya.
TB: Selain dari tiga itu, apa lagi yang bisa dijadikan Start up?
AS: Game bisa, media bisa dan banyak hal lainnya.
TB: Jika peserta yang sudah selesai dari program itu dan masih mau melanjutkan usaha itu apakah tetap dipantau, dikasih arahan atau bagaimana mas?
AS: Tetap boleh, yang lama-lama juga kadang kita diajak ngopi bareng, kalau ada teman-teman yang ngajak ngopi bareng kita diskusi.
TB: Untuk jadi peserta di program 1000 ini apa saja yang harus diikuti dan penuhi mas?
AS: Yang paling gampang yang harus dilakukan adalah mendownload aplikasi 1.000 Start up Digital, nah setelah mengisi berbagai pertanyaan di aplikasi nanti akan diarahkan seperti melakukan workshop, jadi ini tidak ada seleksi administrasi atau yang lainnya, untuk bergabung itu semuanya gratis, jadi kita hanya perlu mengikuti panduan dalam aplikasi 1.000 Start up Digital itu.
TB: Semoga obrolan kita ini bisa menginspirasi pemuda-pemudi di Batam maupun di Kepri. Mungkin ada yang mau disampaikan mas sebelum obrolan ini ditutup, silahkan mas!?
AS : Jadi program 1000 Starup Digital ini merupakan kesempatan bagi kita semua untuk belajar, selain itu gratis, kita juga dapat bertemu dengan mentor lokal hingga nasional. Untuk itu daya mengajak serta menunggu kedatangan teman-teman semua dalam program 1000 Start up Digital ini. (TRIBUNBATAM.id/Muhammad Ilham)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/06072022gerakan-nasional-1000-start-up.jpg)