Bintan Terkini
Lima Nelayan Bintan Ditahan Otoritas Malaysia, HNSI Kepri Minta Pendampingan dan Perlindungan
Selain itu, dua kapal nelayan tersebut juga turut ditahan. Hingga kini, nelayan itu tengah menunggu solusi dari pemerintah.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, Batam – Lima orang nelayan Kabupaten Bintan, Kepri, dilaporkan ditahan oleh otoritas Malaysia, Senin (1/6/2026) di wilayah perairan Pulau Aru.
Selain itu, dua kapal nelayan tersebut juga turut ditahan. Hingga kini, nelayan itu tengah menungguh solusi dari pemerintah.
Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distrawandi, membenarkan adanya kejaian penahanan tersebut.
Menurutnya, informasi yang diterima HNSI menyebutkan bahwa kedua kapal beserta seluruh awaknya saat ini masih berada dalam penanganan pihak berwenang Malaysia.
"Kami menerima laporan bahwa ada dua kapal nelayan asal Bintan yang ditahan oleh otoritas Malaysia pada 1 Juni 2026 di wilayah perairan Pulau Aru. Saat ini para nelayan dan kapal mereka masih berada dalam penanganan pihak Malaysia," ujar Distrawandi, Senin (1/6).
Berdasarkan data sementara yang diperoleh, kapal pertama dinakhodai oleh Minang dengan dua anak buah kapal (ABK), yakni Zainal dan Nanang Fauzi. Sementara kapal kedua dinakhodai oleh Nurfahri Fauzi dengan dua ABK, yaitu Auzar dan Heri.
Baca juga: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Resmikan Tangkahan Nelayan Leho di Karimun
Keterbatasan alat navigasi, kondisi cuaca, serta wilayah tangkap yang berdekatan dengan batas negara sering kali membuat nelayan berada dalam situasi rentan saat mencari nafkah di laut.
Distrawandi berharap pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) segera mengambil langkah koordinasi dan memberikan pendampingan hukum maupun perlindungan kepada para nelayan yang ditahan.
"Kami berharap adanya bantuan dan koordinasi dari KBRI untuk memberikan pendampingan serta perlindungan kepada para nelayan Indonesia yang saat ini ditahan. Kami juga mengharapkan dukungan dari DPD HNSI dan BIN dalam upaya penyelesaian permasalahan ini," katanya.
Menurutnya, perhatian terhadap keselamatan dan hak-hak nelayan menjadi hal yang sangat penting, mengingat para awak kapal tersebut menggantungkan kehidupan keluarga mereka dari hasil melaut.
Sementara itu, keluarga para nelayan di Bintan dikabarkan masih menunggu kepastian terkait kondisi dan proses hukum yang dihadapi para awak kapal di Malaysia. Mereka berharap para nelayan dapat segera memperoleh pendampingan dan kembali ke tanah air dengan selamat. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)
| Guru Olahraga di Bintan Rudapaksa Muridnya, Pelaku Ditangkap di Rumah Orangtuanya |
|
|---|
| Bupati Bintan Buka Turnamen Sepak Bola Bupati Cup III Tahun 2026, Total Hadiah Rp 40 Juta |
|
|---|
| Chatting Terbongkar, Pria di Bintan Utara Ditangkap Usai Lakukan Asusila Ke Anak Dibawah Umur |
|
|---|
| Kantin Sekolah hingga Gudang Dibobol, Maling Gas Terekam CCTV, Warga Mulai Resah |
|
|---|
| Belum Kantongi Sertifikat Standar, Kijang Game Zone Distop Satpol PP Bintan, Cegah Dampak Negatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Lima-identitas-nelayan-Bintan-yang-dilaporkan-ditahan-oleh-otoritas-Malaysia-Senin-16.jpg)