WISATA LINGGA
Wisata Lingga, Desa Resun Tawarkan Sensasi Petik Buah Salak ke Pengunjung
Di Desa Resun Lingga, pengunjung akan merasakan sensasi memetik salak, dengan membawa wadah atau ember sebagai tempat mengisi buah saat panen.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Tidak hanya memiliki potensi air sungai yang menyegarkan, Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri juga memiliki kebun salak.
Nah, saat ini potensi kebun salak ini dikembangkan menjadi wisata petik salak, dan menjadi daya tarik wisata baru di Kabupaten Lingga.
Setidaknya, kebun ini ditanam 7 hingga 8 ribu pohon salak yang saat ini dimiliki masyarakat setempat.
Wisata petik salak ini bakal menjadi satu-satunya di Lingga, bahkan di Kepri yang akan terus dikembangkan.
Ketika masuk di kebun ini, pengunjung akan bebas menelusuri ribuan pohon salak yang mengelilingi kawasan ini.
Baca juga: Wisata Lingga, Dispar Bakal Hadirkan Arung Jeram di Desa Resun
Saat masa panen, pengunjung akan merasakan sensasi bagaimana memetik salak, dengan membawa wadah atau ember sebagai tempat mengisi buah.
Biasanya, yang mempunyai kebun salak akan menunjukkan bagaimana tata cara memetik salak, untuk menghindari duri kecil yang ada pada buah.

Sebelumnya, Bupati Lingga, Muhammad Nizar telah berkomitmen, pemerintah daerah akan siap membantu dalam pengembangan buah salak di Desa Resun.
"Saya ingin di tahun depan, wisata petik salak bisa dikembangkan, dan hanya ada di Desa Resun. Pemerintah daerah akan bantu, dalam segi apapun. Misalnya kebutuhan pagar atau lainnya. Saya ingin, wisata ini ada nantinya," ujar Nizar beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Resun, Hairul Mazi mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya baru mengembangkan wisata salak madu.
Ia berharap, salak madu di Lingga mempunyai khas sendiri.
"Memang saat ini semua pohon salak belum bisa kami manfaatkan semuanya, tapi kami meminta dukungan dari pemerintah daerah," ujarnya.. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google