Breaking News:

LINGGA TERKINI

Batita Ikuti Bujang dan Dara Melayu Fashion Show di Lingga

17 anak berusia tiga hingga sembilan tahun mengikuti Pegelaran Bujang dan Dara Melayu Fashion Show di Kampung Gelam, Daik, Lingga, Minggu (17/7/2022).

Penulis: Febriyuanda | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Anak-anak memperagakan busana melayu dalam gelaran Bujang dan Dara Melayu Fashion Show di lapangan Surau Baburrahman, Kampung Gelam, Daik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Minggu (17/7/2022) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Pegelaran Bujang dan Dara Melayu Fashion Show menghibur warga di Kampung Gelam, Daik, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (17/7/2022).

Anak-anak ini mengenakan busana Melayu lengkap sambil memperagakan gaya yang menarik perhatian penonton.

Acara ini digelar warga Kampung Gelam yang berlangsung di kawasan Surau Baburrahman dan diikuti bagi anak-anak usia tiga hingga sembilan tahun.

Bujang dan Dara Melayu Fashion Show ini merupakan salah satu kegiatan yang pertama kali digelar dalam rangkaian memperingati Hari Idul Adha 1443 Hijriah.

Kegiatan tersebut berlangsung dari sejak 16 hingga 24 Juli 2022 nanti.

Meski hanya diikuti 17 peserta, namun acara ini pun berlangsung sangat meriah dan mengundang gelak tawa bagi warga setempat yang menyaksikannya.

Terlebih lagi bagi para orangtua yang mengikuti sertakan anaknya.

Baca juga: Lecehkan Enam Anak Laki-laki, Seorang Buruh di Anambas Diamankan Polisi

Peserta sebagian besar anak usia dini dan anak SD ini berlaga bak seorang model, yang berjalan di atas karpet merah atau catwalk.

Para orangtua pun tampak antusias mengikuti sertakan anaknya untuk tampil di depan umum seperti ini.

Seperti halnya bagi salah satu orangtua, Rahmi Lastri.

"Bagi para ibu itu semua sangat setuju acara diadakan, salah satunya untuk melatih agar anak kami bisa percaya diri dan berani tampil di depan umum," kata Rahmi kepada TribunBatam.id.

Sementara itu, Pemerhati Sejarah dan Budaya dari Dinas Kebudayaan Lingga, Lazuardy mengungkap, perlombaan seperti ini pernah mereka adakan dengan nama "Awang dan Dayang".

"Bujang dan Dara sangat populer di masyarakat kita, jadi dara itu anak dara itu dianggap sebagai anak gadis yang belum menikah dan bujang itu bagi laki-laki yang belum nikah," jelas Lazuardy saat dihubungi.

Dia menjelaskan, penilaian dari penampilan ini melihat bagaimana cara anak berbusana Melayu.

"Jadi pakaian yang bercorak budaya. Ada kalau misalnya cowok pakai kain, songket dengan berbagai ikatan, menyesuaikan dengan jenis tanjak," jelasnya. (TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved