Breaking News:

BERITA CHINA

Presiden China Xi Jinping Kunjungi Xinjiang, Ungkap Perkembangan Islam

Kemenlu China mengungkap perkembangan Islam di Xinjiang setelah Presiden Xi Jinping mengunjungi wilayah itu selama 4 hari mulai 12 Juli 2022.

TribunBatam.id/CHINA
Foto Presiden China Xi Jinping. Kementerian Luar Negeri mengumumkan perkembangan Islam di sana setelah Presiden China Xi Jinping mengunjungi Xinjiang mulai 12 hingga 15 Juli 2022. 

CHINA, TRIBUNBATAM.id - Kementerian Luar Negeri China (MFA) mengungkap perkembangan agama Islam dalam negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu.

Pengumuman itu disampaikan setelah Presiden China Xi Jinping mengunjungi Xinjiang pada 12 hingga 15 Juli 2022.

Kunjungan kerja Presiden China ke daerah yang berbatasan langsung dengan Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, Pakistan dan India terakhir terjadi pada 2014.

Dalam kunjungannya, Xi Jinping menyinggung tentang perkembangan agama Islam dalam kunjungannya ke Daerah Otonomi Xinjiang yang mayoritas penduduknya berlatar belakang etnis minoritas Uighur.

Pemimpin Partai Komunis China (CPC) itu mengklaim jika negaranya menjunjung tinggi prinsip perkembangan Islam dalam konteks dan memberikan bimbingan secara aktif untuk mengadaptasikan agama dengan masyarakat sosialis.

Baca juga: Mantan PM Inggris Tony Blair Minta Negara Barat Bersatu Lawan Dominasi China

Xi Jinping menginstruksikan adanya peningkatan kemampuan dalam mengatur urusan agama guna memastikan perkembangan di bidang keagamaan berjalan dengan stabil.

"Kami harus bisa melatih tim dari partai dan pejabat pemerintah yang ahli Marxisme namun bisa memahami persoalan agama, akrab dengan urusan agama, dan berkompeten dalam keterlibatan dan pembinaan tokoh agama sehingga dapat diandalkan secara politis dan berakhlak mulia," ujar Xi sebagaimana rilis yang dikirimkan Kementerian Luar Negeri China (MFA) kepada Antara di Beijing, Minggu (17/7/2022) malam seperti dilansir Kompas.com.

Dengan begitu, figur tersebut dapat berperan aktif saat-saat kritis, mampu membina para peneliti agama yang memiliki prestasi akademik, berpandangan Marxisme terhadap isu-isu keagamaan dan mampu berinovasi.

Dunia internasional menyoroti Xinjiang terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Beijing terhadap Uighur.

Namun, Beijing membantahnya dengan dalih sebagai upaya deradikalisasi dan de-ekstremisasi bernuansa agama karena Xinjiang memiliki catatan berbagai peristiwa terorisme dan separatisme.

Baca juga: Ancaman China semakin Nyata, Bos FBI dan MI5 Bertemu, Ini yang Dibahas

"Kami harus bisa memastikan terpenuhinya tuntutan para penganut agama dan menggalang mereka berada di dalam naungan partai dan pemerintahan," tambah Xi.

Dalam kunjungan tersebut, Xi didampingi Sekretaris CPC Komite Xinjiang Ma Xingrui dan Gubernur Xinjiang Erkin Tuniyaz yang beretnis Uighur.

Orang nomor satu di China tersebut bertemu dan berbincang secara langsung dengan warga di beberapa daerah di Xinjiang yang dikunjunginya.

"Semua kelompok etnis di Xinjiang tidak bisa dipisahkan dari anggota keluarga bangsa China," kata Xi.(TribunBatam.id) (Kompas.com)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved