Jumat, 8 Mei 2026

BERITA CHINA

Ancaman China semakin Nyata, Bos FBI dan MI5 Bertemu, Ini yang Dibahas

Ancaman keamanan dan ekonomi serius yang ditimbulkan China membuat FBI dan M15 melakukan pertemuan dan membahas hal-hal stategis melawan China

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi bendera China - Ancaman China semakin Nyata, Bos FBI dan MI5 Bertemu, Ini yang Dibahas 

TRIBUNBATAM.id - Posisi China saat ini sepertinya dipandang sangat serius oleh Barat dan sekutu-sekutunya.

Memposisikan diri sebagai negara kuat dalam bidang ekonomi dan militer sejajar dengan Amerika Serikat, China dipandang menjadi ancaman nyata.

Klaim-klaim China terhadap berberapa wilayah seperti Laut China Selatan dan Taiwan, membuatnya kian kesohor di mata dunia.

Saking dianggap pentingnya posisi China membuat para pejabat tinggi penegak hukum Amerika Serikat dan Inggris, bertemu dengan para pemimpin bisnis dan akademis swasta Rabu, 6 Juli 2022.

Mereka membahas ancaman keamanan dan ekonomi serius yang ditimbulkan China, yang disebut berusaha mencuri kekayaan intelektual mereka dan memengaruhi politik di negara Barat.

Direktur FBI Christopher Wray dan Direktur Jenderal MI5 Ken McCallum mengadakan acara di London untuk menyoroti kerja sama kedua badan keamanan.

Baca juga: China Investasi Rp 44,8 Triliun ke Indonesia, Buka Investor Semua Sektor

Baca juga: Menlu Amerika Serikat dan China Bakal Bertemu di Bali, Inflasi AS jadi Sorotan

Wray mengutip penyelidikan FBI baru-baru ini terhadap aktivitas intelijen China termasuk upaya menargetkan seorang kandidat kongres AS di New York, karena kaitannya dengan protes Lapangan Tiananmen 1989 yang dihancurkan militer China.

Dia mengatakan FBI telah menangkap orang-orang yang bekerja untuk perusahaan China yang mencoba menggali ladang di daerah pedesaan AS untuk mencoba mendapatkan akses ke benih yang dimodifikasi secara genetik.

McCallum mengatakan MI5 sekarang menjalankan investigasi tujuh kali lebih banyak daripada tahun 2018 terkait aktivitas China di Inggris.

Dilaporkan, pertemuan kedua petinggi tersebut demi menggagalkan apa yang mereka katakan sebagai tantangan paling serius dari spionase dan peretasan oleh pemerintah China.

Di luar pencurian teknologi, mereka menyebut bahwa China sekarang juga membuat langkah untuk melindungi ekonominya dari sanksi di masa depan jika mencoba mengambil alih Taiwan dengan paksa.

China disebut menarik pelajaran dari upaya barat untuk menghukum Rusia atas invasinya ke Ukraina.

"Kami telah melihat China mencari cara untuk melindungi ekonomi mereka dari kemungkinan sanksi, mencoba melindungi diri dari bahaya jika mereka melakukan sesuatu untuk menarik kemarahan masyarakat internasional," kata Wray.

"Di dunia kami, kami menyebut perilaku semacam itu sebagai petunjuk," tambahnya.

Baca juga: China makin Perkasa, Luncurkan Kapal Induk Fujian, Bersaing dengan AS Urusan Armada Tempur Laut

Baca juga: China Buat Kemajuan Kembangkan Senjata Nuklir, Janji Bukan yang Pertama Menggunakannya

Dia mengutip perkiraan terbaru dari studi Universitas Yale bahwa bisnis barat telah kehilangan 59 miliar dollar AS sebagai akibat dari perang Rusia-Ukraina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved