DRIVER TAKSI ONLINE BATAM DEMO
Driver Online Batam Demo, Ini Isi Tuntutan Mereka ke Gubernur Kepri
Driver online di Batam mengajukan tuntutan kepada Gubernur Kepri melalui aksi demo. Mereka mengaku, hanya ada satu tuntutan sejak empat tahun lalu.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Asosiasi Driver Online Kota Batam menggelar demo dan meminta Gubernur Kepri untuk menetapkan tarif minimum sebesar Rp 24 ribu.
Hanya ada satu tuntutan yang diperjuangkan para buruh dalam aksi damai yang digelar Selasa (19/7/2022) tersebut.
"Padahal itu saja yang kami minta. Sudah empat tahun nggak dikabulkan, kami sudah letih itulah aspirasi kami," ujar Penasehat Aliansi Driver Online Batam, Wijaya kepada TRIBUNBATAM.id.
Diakuinya tarif minumum selama ini hanya Rp 14 ribu. Tapi driver online hanya mendapat Rp 8.800 saja, sisanya Rp 5.200 untuk aplikator.
Tarif Rp 8.800 ini dinilai terlalu rendah mengingat tidak ada lagi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjenis premium.
Jadi harus beralih ke pertalite dengan harga yang lebih tinggi dari premium.
"Belum lagi biaya perawatan mobil kita seperti ban, oli, dan lainnya," katanya.
Itupun bisa mengalami kenaikan harga, setelah perhitungan rumus sudah ditentukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri.
Sementara itu, Ketua Umum Solidaritas Online Batam, Feri Andri mengatakan pihaknya sudah mengurus izin aksi damai ini sejak sebulan yang lalu.
Ditargetkan akan ada ribuan driver online membawa mobilnya.
Baca juga: BREAKING NEWS, Hari Ini Driver Taksi Online Demo, Mulai Kumpul di Area WTB
"Kami minta Gubernur meng-SK-kan berita acara terkait tarif dasar umum driver online," kata Feri.
Sebelumnya pihaknya sudah sepakat menetapkan Rp 24 ribu tarif minumum. Kemudian 20 persen dipotong untuk aplikator.
Parkir di Engku Puteri
Sebelumnya, ratusan anggota Asosiasi Driver Online menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Graha Kepri, Selasa (18/7/2022).
Sekitar pukul 09.00 WIB ratusan peserta berkumpul di Dataran Welcome To Batam (WTB).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19072022demo-driver-online-di-Batam.jpg)